Islam Rahmatan Lil Alamin Harus Ditonjolkan

YOGYA, KRJOGJA.com – Ribuan masyarakat (jemaah majelis tasyakur) Yogyakarta dan sekitarnya mengikuti acara puncak peringatan Ke-273 tahun berdirinya Kraton Yogyakarta atau Hadeging Nagari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat di Bangsal Pagelaran Kraton Yogyakarta, Sabtu (25/1/2020) malam. 

Baca Juga: Destinasi Wisata Budaya, Malioboro Kenalkan Sumbu Filosofi

Acara puncak Hadeging Nagari yaitu semaan Quran dan pengajian, tausiyah disampaikan oleh Imam Shamsi Ali dari New York, Amerika Serikat. Semaan Quran telah dimulai sejak selepas subuh 05.30 WIB di Bangsal Pagelaran. 

Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X hadir ditengah-tengah jemaah didampingi para Mantu Dalem dan jajaran Forkopimda DIY serta tamu undangan. Adapun Putri Dalem yang hadir dalam pengajian yakni GKR Mangkubumi, GKR Condrokirono, GKR Hayu dan GKR Bendara. Pengajian diawali dengan pembacaan Tahlil oleh Abdi Dalem Kanca Kaji Selusin.

Sultan mengatakan, pengajian malam ini sangat beruntung karena mendapatkan pencerahan tentang hubungan Islam dan budaya dari Imam Shamsi Ali yang lama tinggal di New York dan berdakwah di lingkungan yang mayoritas nonmuslim. Menurut Sultan, Islam masuk ke tanah Jawa melalui dakwah budaya yang dibawa Wali Sanga. "Islam Rahmatan Lil Alamin yang penuh kedamaian harus ditonjolkan," kata Sultan.

Imam Shamsi Ali mengatakan, sebagai WNI, dimanapun berada tetap harus bangga dengan Indonesia. Menurutnya, berbicara Indonesia adalah sebuah negeri yang besar, dikaruniai kekayaan alam luar biasa serta keragaman suku, adat dan budaya. Keragaman yang tetap lestari dengan balutan toleransi inilah kekuatan yang mampu mempertahankan keutuhan NKRI. "Maka kalau dunia ingin melihat Islam yang Rahmatan Lil Alamin maka lihatlah Indonesia," katanya.

Baca Juga: Warga DIY Ketipu ‘Kraton Agung’, Begini Kata Sultan

Sebelum acara puncak peringatan Hadeging Nagari, pada Jumat (24/1/2020)  dilakukan ziarah ke Pasarean Imogiri. Malam harinya diadakan Mujahadah Akbar di Masjid Gedhe Kraton Yogyakarta. Dalam Mujahadah Akbar, Manaqib (Jawahirul Ma'ani) dipimpin oleh Abdi Dalem Kanca Kaji. Usai bermanaqib oleh Abdi Dalem Kanca Kaji, dilanjutkan Dzikrul Ghofilin yang dipimpin KH Misbachul Munir.(Dev)

BERITA REKOMENDASI