Isu Jembatan Layang Lempunyangan Geser, Dinas PU: Konstruksinya Masih Oke Sampai 2038

YOGYA, KRJOGJA.com – Informasi media sosial yang menyampaikan adanya pergeseran dan retakan di struktur Jembatan Layang Lempuyangan dipastikan tidak benar. Seksi Pembangunan Jembatan dan Jalan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) DIY pun memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

Kepala Seksi Pembangunan Jembatan dan Jalan Bidang Bina Marga Dinas PUP ESDM DIY Bambang Sugaib menyatakan dengan tegas informasi pergeseran tidak benar. Pihaknya sebenarnya telah mengetahui perihal postingan informasi tersebut sejak dua bulan lalu dan telah melakukan pengecekan lapangan bersama tim terpadu.

“Tim kami di lapangan sudah mengecek dan tidak ada pergeseran. Konstruksinya memang seperti itu sejak dulu dan tidak bergeser kemanapun,” terangnya, Senin (25/9/2017).

Bambang juga menjelaskan bahwa konstruksi jembatan memang memiliki renggangan di antara balok penyangga. “Sekitar sebulan lalu kami cek karena memang ada yang upload dan tidak ada pergeseran maupun penurunan. Pengelolaannya ada di tingkat kota karena bukan jalan provinsi,” sambungnya lagi.

Jembatan Layang Lempuyangan sendiri dibangun tahun 1988 hingga 1990 oleh Kanwil Departemen Pekerjaan Umum kala itu. Usia struktur jembatan diperkirakan bisa bertahan hingga 50 tahun yang berarti sekitar tahun 2038 mendatang.

Kekhawatiran masyarakat sendiri agaknya tidak keliru karena volume kendaraan bermotor khususnya roda empat semakin bertambah besar, terlebih pada jam sibuk antrian traffic light di sisi utara jembatan sering kali mengular hingga atas jembatan.

Tak hanya itu, rencana penutupan tanah sebidang perlintasan di bawah jembatan layang pun dikhawatirkan menambah beban jembatan karena tentu semakin banyak kendaraan yang melintas di atas karena tak bisa lagi melewati jalan di bawah.  (Fxh)

BERITA REKOMENDASI