Jadi Andalan Ekspor DIY, Perkuat Hasil Industri Tekstil

YOGYA, KRJOGJA.com – Industri tekstil masih menjadi andalan untuk menggenjot nilai ekspor DIY. Untuk itu, pelaku usaha industri tekstil di DIY didorong untuk menguatkan hasil-hasil tekstil supaya meningkatkan nilai jual dan dipasarkan tidak hanya dalam negeri tetapi mampu memenuhi permintaan pasar internasional.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Diperindag) DIY Aris Riyanta mengatakan ekspor terbanyak di DIY masih mengandalkan sektor industri TPT hingga saat ini. Tekstil ini tidak hanya digunakan untuk pakaian jadi semata, tetapi bahan-bahan lainnya seperti batik, lurik dan lain-lain.

" Hal ini bisa memberikan suatu dorongan bagi para pelaku usaha untuk menguatkan hasil-hasil tekstil yang ada di DIY, baik untuk kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.  Terutama untuk memberikan nilai tambah yang tinggi bagi tekstil dengan memperbanyak kreasi serta inovasi produk hasil tekstil," tutur Aris kepada KR di Yogyakarta, Kamis (14/11).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Hilman Tisnawan menambahkan perlunya optimalisasi kinerja subsektor unggulan di DIY, yaitu industri tekstil dan produk turunan (TPT), mebel dan kerajinan kayu, serta jasa pariwisata (akomodasi makanan dan minuman). Termasuk industri kreatif diantaranya animasi dan games yang diproyeksi dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. "Upaya ini guna menjaga pertumbuhan ekonomi di DIY. Industri TPT mempunyai share ekspor sebesar 59,74 persen dan PDRB sebesar 1,46 persen sehingga masuk dalam kategori rising star sumber pertumbuhan andalan bagi DIY," papar Hilman. (Ira)

BERITA REKOMENDASI