Jadi Masalah Besar, Danais Bisa untuk Kelola Sampah?

YOGYA, KRJOGJA.com – Permasalahan penanganan sampah yang terjadi di wilayah DIY dalam lima hari terakhir benar-benar menyita perhatian banyak pihak. Permasalahan klasik yang seharusnya sudah tak lagi dirasakan di sebuah daerah dengan label istimewa ternyata masih saja terjadi. 

Forum Pemantau Indepeden (Forpi) Kota Yogyakarta yang melakukan pemantauan di beberapa lokasi wilayah Kota Yogyakarta Kamis (28/3/2019) menemukan berbagai masalah yang ditimbulkan akibat sampah tak bisa terbuang. Ditutupnya TPST Piyungan oleh warga karena merasa terganggu ternyata menjadi petaka lantaran sampah terus menggunung di berbagai tempat pembuangan sementara. 

Koordinator Forpi Kota Yogyakarta Baharuddin Kamba mengungkap di berbagai lokasi seperti Demangan, Danurejan, Kotagede, Mantrijeron dan Mergangsan dan Gondokusuman, sampah begitu menumpuk dan menyebabkan dampak ikutan lainnya. Menurut dia, sampah berserakan dipinggir jalan bahkan ada yang sampai menutupi garasi rumah warga dan tentunya menimbukan bau yang tidak sedap selain juga menimbulkan penyakit. 

“Sudah sejak lima hari sampah tak bisa diangkut ke TPST Piyungan dan kalau tidak segera diselesaikan bisa menyebabkan dampak ikutan lainnya seperti bau dan penyakit. Perlu ada upaya yang total dan menyeluruh dari semua pihak untuk mengatasi persoalan sampah yang ada di DIY,” terangnya. 

Baharuddin menilai, Dana Keistimewaan (Danais) yang dimiliki DIY bisa dimanfaatkan untuk mengurai persoalan sampah tersebut. Danais bisa digunakan untuk menyediakan sarana-prasarana mendaur ulang sampah. 

“Anggaran Dana Keistimewaan (Danais) bisa digunakan untuk mengurai persoalan sampah. Sarana prasana dalam mendaur sampah perlu diadakan selain menambah jumlah tempat bak sampah serta menambah jumlah bank-bank sampah yang ada disetiap tingkat RW, misalnya. Selain solusi jangka pendek, menengah dan panjang juga sangat dibutuhkan. Para pemangku kebijakan bersama stake holder lainnya segera perlu duduk bersama urung rembug guna membahas dan mencari solusi bersama dalam mengatasi sampah,” tandasnya. 

Sementara Anggota Komisi C DPRD DIY Chang Wendryanto sejak tahun 2018 lalu telah mengingatkan perlunya penanganan sampah yang progresif dari Pemda DIY. Pengelolaan sampah di TPST Piyungan yang hanya dengan cara ditimbun hanya jadi bom waktu yang lambat laun akan meledak. 

“Harus ada teknologi tepat guna agar sampah bisa dimanfaatkan untuk energi, pupuk maupun bahan baku industri. Sudah ada Perda nomor 3 tahun 2013, tinggal dimaksimalkan pelaksanaannya,” ungkap Chang. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI