Jadi Perhatian Warga, Malam Ini Kondur Gangsa

YOGYA, KRJOGJA.com – Duduk bersila menghadap ke timur, mengenakan busana kejawen lengkap, Ngarsa Dalem Kanjeng Sultan HB X dengan khusyuk mendengarkan pembacaan Maulid (riwayat kelahiran), perjalanan hidup hingga masa kenabian dan meninggalnya Rasulullah SAW yang disampaikan abdi dalem penghulu Kasultanan Yogyakarta. 

Prosesi tersebut menjadi salah satu rangkaian penutup pelaksanaan Sekaten 2018 M/Be 1952 yang dilaksanakan di Serambi Masjid Gedhe Kauman, Selasa (20/11/2018) malam. Pada sisi kanan dari posisi duduk Ngarsa Dalem, tepatnya di Pagongan Kidul ada seperangkat gamelan pusaka Kyai Guntur Madu. Sedang di sisi kiri atau di Pagongan Lor ada Kyai Nagawilaga. 

Usai pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW, akan dilangsungkan prosesi Kondur Gangsa jelang tengah malam. Sedang keesokan harinya, Rabu (21/11/2018) mulai pukul 08.00 WIB, akan dilangsungkan prosesi Garebeg Mulud Be 1952 ditandai dengan keluarnya hajad dalem berupa tujuh buah pareden (gunungan) dari Bangsal Pancaniti melewati Pagelaran Kraton serta Alun-alun Utara menuju Halaman Masjid Gedhe Kauman. Lima buah Gunungan akan diperebutkan di Halaman Masjid Gedhe Kauman, sedang dua Gunungan Kakung, masing-masing akan dibawa ke Kompleks Kepatihan Yogyakarta dan Pura Pakualaman.

"Memang puncak Garebeg Mulud itu dengan keluarnya Hajad Dalem Gunungan. Tapi pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW dan prosesi Kondur Gangsa juga menjadi rangkaian yang tidak terpisahkan," ucap carik Tepas Dwarapura Kraton Yogyakarta, KRT Wijaya Pamungkas.

Sementara hingga dua hari jelang penutupan PMPS 2018, pengunjung masih terus membanjir. Cuaca yang mendukung karena tidak hujan membuat tingkat kunjungan terus menanjak. 

Hal tersebut juga terlihat di Pagongan Lor dan Kidul Masjid Gedhe Kauman. Sejumlah pengunjung yang kebanyakan masyarakat setengah baya dengan khusyuk mendengarkan alunan gendhing-gendhing Sekaten yang dimainkan abdi dalem KHP Kridha Mardawa.

"Ngalap berkahnya. Kalau dengar gendhingnya terasa ayem," ucap Wintarti (45), warga Turi Sleman.

Karena itu ia ingin di penghujung Sekaten 2018 ini bisa puas mendengarkan laras tabuhan dua gamelan pusaka tersebut. Nantinya ia juga akan mencari tempat terbaik saat Ngarsa Dalem Sultan HB X dan keluarga melakukan Nyebar Udhik-udhik jelang prosesi Kondur Gangsa, Selasa (20/11) malam. (Feb)

BERITA REKOMENDASI