Jalan Kemasan dan Mondorakan Kini Jadi Satu Arah

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Selama bulan Ramadan Pemkot Yogya melakukan uji coba penerapan jalan searah untuk kendaraan roda empat atau mobil di ruas Jalan Kemasan dan Jalan Mondorakan. Jalan Kemasan diberlakukan searah ke selatan dan Jalan Mondorakan searah ke barat.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kota Yogya Windarto, menjelaskan lebar Jalan Kemasan dan Jalan Mondorakan sangat terbatas jika ada dua kendaraan roda empat yang saling berpapasan.

“Apalagi kalau ada yang parkir satu saja maka akan langsung terjadi kemacetan karena ruang jalan tidak cukup untuk mobil,” jelasnya.

Oleh karena itu atas hasil kajian yang dilakukan Dinas Perhubungan serta masukan dari masyarakat setempat maka rekayasa lalu lintas di Jalan Kemasan dan Jalan Mondorakan perlu segera dilakukan. Namun rekayasa searah untuk mobil di Jalan Kemasan dimulai dari simpang tiga PKU Muhammadiyah ke selatan hingga Kantor Pos. Sedangkan di Jalan Mondorakan dari Pasar Kotagede ke barat.

Windarto mengaku proses uji coba mulai dilakukan kemarin hingga sebulan ke depan. Pihaknya juga telah memasang sejumlah rambu lalu lintas untuk dipahami oleh pengendara. Hal ini karena kebijakan searah hanya berlaku bagi kendaraan roda empat.

“Kalau pengendara sepeda motor tetap bisa dua arah. Uji coba kami lakukan ketika puasa karena merupakan puncak kepadatan lalu lintas di sana. Jadi orang bisa langsung tahu kebijakan tersebut,” tandasnya.

Penerapan searah tersebut juga tidak bisa dipisahkan dengan kondisi ekonomi di kawasan tersebut. Selama ini baik di Jalan Kemasan dan Jalan Mondorakan banyak terdapat perajin perak serta tidak ada tempat parkir memadai karena padatnya area permukiman.

Dengan adanya arus searah serta penataan parkir, maka aktivitas ekonomi diharapkan bisa semakin baik. Parkir di Jalan Kemasan berada satu sisi di sebelah timur, sedangkan di Jalan Mondorakan parkirnya di depan Pasar Kotagede satu sisi sebelah selatan.

Mantri Pamong Praja Kemantren Kotagede Komaru, menambahkan warga bahkan berharap kebijakan itu bisa diberlakukan permanen. Sehingga diharapkan selama proses uji coba mampu berjalan lancar serta hasil evaluasi layak untuk dipermanenkan.

“Harapannya semua lancar ya. Jadi tertib pengguna jalan, tertib parkirnya dan tertib pedagangnya baik yang di pasar maupun di sepanjang jalan. Selama Ramadan memang banyak pedagang tiban di pinggir jalan. Itu semua tetap harus tertib,” ujarnya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI