Jalan Langenarjan Kini Jadi Ruang Kuliner

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Suasana Jalan Langenarjan Kampung Langenastran Kelurahan Panembahan Kecamatan Kraton Kota Yogyakarta tampak berbeda seminggu terakhir. Lokasi yang berada di timur Alun-Alun Kidaul ini tampak tertata rapi dengan belasan ruang kuliner berjajar.

Berubahnya wajah sepanjang jalan tersebut merupakan bagian dari Program Njogo Kampung Langenastran yang dikembangkan oleh Pengurus Kampung Langenastran dan Pemuda Kampung Langenastran. Ide awal dari Foodcourt Kampung Langenastran bermula dari keprihatinan akan jatuhnya motivasi warga dikarenakan pandemi Covid-19.

Pengurus Njogo Kampung Langenastran melihat area kawasan Jalan Langenarjan Kampung Langenastran Kelurahan Panembahan Kecamatan Kraton Kota Yogyakarta yang bersebelahan persis dengan Alun-alun Kidul punya potensi khususnya bidang ekonomi dan wisata. Mereka pun berpikir dan bertindak untuk bisa membangkitkan semangat warga di era pandemi Covid-19 ini.

Ardiyanto Setyojati Widodo sebagai Ketua Pengelola Foodcourt Kampung Langenastran mengatakan sebelumnya area tersebut ditempati beberapa pelaku usaha warga yaitu angkringan dan bengkel motor dengan keadaan yang kurang tertata dan cenderung terlihat kumuh. “Dalam waktu tiga minggu dengan dana swadaya kampung, akhirnya dibuat foodcourt yang bisa menampung belasan warga untuk berusaha kuliner,” ungkapnya, Rabu (09/09/2020).

Secara keseluruhan ada tujuh lapak kios berukuran 3,75 meter x 2,5 meter. Warga bisa memanfaatkan untuk berjualan dua shift yakni pagi dan malam hari dengan ragam menu berbeda.

“Kita bagi dua shift yakni pagi dari pukul 07.00-15.30 WIB dan malam dari pukul 15.30-22.00 WIB. Aneka ragam menu melengkapi Foodcourt Kampung Langenastran seperti Angkringan, Nasi Pecel dan Mangut Lele, Es Kelapa Muda Langenastran, Soto Sapi dan Ayam serta aneka makanan minuman lain di pagi sampai sore hari. Ada juga Angkringan, Roti Bakar Kekinian & Minuman Kekinian, Pangsit Rebus dan Goreng, Aneka Juice dan Tahu Walik, Spesial Nasi Bakmoy, Fried Chicken dan Ayam Geprek, Nasi Koyor & Bakso Krikil, dan aneka makanan minuman lain dari sore sampai malam hari,” ungkapnya.

Seminggu terakhir ruang kuliner mulai diujicobakan dan mendapatkan apresiasi dari warga serta pemangku kepentingan setempat. Protokol kesehatan tetap diterapkan di antaranya wajib penggunaan masker apabila tidak makan dan minum, menjaga jarak, serta tempat cuci tangan yang wajib digunakan calon pembeli ketika datang.

“Kami berharap, warga termotivasi untuk bergerak maju menghadapi pandemi ini. Di sisi lain harapannya wilayah kami bisa semakin indah dan tertata rapi,” pungkas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI