Jalan Pagi Nordic Kenalkan Potensi Wisata Jogja 

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Komunitas Jalan Nordic Indonesia (KJNI) Yogya Istimewa menggelar Syawalan KJNI, Sabtu (13/5) di Auditorium LPP Jalan Urip Sumoharjo. Pagi sebelumnya sekitar 300-an anggota KJNI mengikuti jalan pagi dengan menikmati suasana heritage, pariwisata di kota Yogya.
“Jalan pagi dengan mengenalkan potensi wisata di Yogya, seperti misalnya di kawasan Kotabaru ada banyak bangunan heritage, monumen Kotabaru dan lainnya. Anggota KJNI bisa berfoto selfie dan dan diunggah di medsos. Selain sehat juga menyemarakkan Yogya sebagai kota wisata,” ucap Penasihat KJNI, Irjen Pol (Purn) Haka Astana kepada KR di sela acara.
Jalan Pagi Start dari  Auditorium LPP ke Jalan Solo, Jalan Sudirman, Jalan Suroto, Kotabaru, Kridosono, Bopkri 1, Pengok PJKA, Finish kembali di Auditorium LPP.
“Walau anggota KJNI kebanyakan usia 50 tahun ke atas namun juga terbuka untuk semua usia. Bertemu dalam suasana gembira, banyak teman  jalan pagi yang sehat akan memperpanjang usia kita,” kata mantan Kapolda DIY ini.
Lebih lanjut Ketua KJNI Yogya, Lukman Kudonarpodo, Haka menyebutkan Nordic berasal dari budaya jalan pagi bersama di Nordic sebagai nama tempat negara di Eropa Utara yang menggunakan tongkat untuk olah raga darat. “Jalan pagi Nordic,  ideal untuk olahraga,  otot tubuh terlatih, juga lengan, kaki, leher punggung dan  dada,” terang Lukman. Komunitas Nordic, jelasnya  juga ada di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya.
“Yogya termasuk paling besar dengan 505 anggota, yang kita terbitkan dalam buku yang kita launching hari ini,” ucap Lukman yang secara simbolik menyerahkan buku daftar anggota KJNI Yogya pada Haka Astana.
Anggota dari DIY, khususnya Gunungkidul, juga dari Cepu Jawa Tengah terlihat antusias hadir dalam acara Syawalan KJNI yang berlangsung hingga sekitar pukul 11.00 WIB.
“Dari KJNI Yogya ada kelompok-kelompok dari Syailendera, Sito’s, Pam, Casga (alumni SMP 3 Yogya) yang setiap minggu sekali rutin jalan pagi,” terang Lukman. (Vin)

BERITA REKOMENDASI