Jalan Wijilan Mobil 1 Arah, Arus Lalu Lintas Lebih Lancar

YOGYA, KRJOGJA.com – Jalan Wijilan resmi Sistem Satu Arah (SSA) ke Selatan, untuk Mobil saja, sampai Jalan P Mangkurat, Simpang 3 Panembahan Mulai 1 Agustus 2019. Sedang Sepeda Motor tetap SDA (Sistem Dua Arah). Selama dua hari dilaksanakan hingga Jumat (2/8/2019) sore meski masih ada yang belum tahu,  tetapi tetap lancar dan warga masyarakat mendukung. 

"Lalu lintas lebih lancar,  dulu di pertigaan Jalan Panembahan Mangkurat ini sering antri karena ada mobil menuju utara/Jalan Wijilan, setelah dilarang ada yang mengambil jalur alternatif di Jalan Penembahan ke utara untuk memotong jarak, misal menuju Toserba Maga. Nanti akan kita bicarakan bersama warga soal Jalan Panembahan yang menjadi lebih padat, "ucap Ketua Kampung Penembahan Bambang ketika dikonfirmasi KRJOGJA.com, Jumat (2/8/2019) sore.  

Bambang menyebutkan rambu-rambu lalu lintas sudah dipasang cukup jelas sehingga sebagian besar pengguna jalan yang menggunakan mobil bisa tahu, termasuk rambu-rambu parkir dan larangan parkir di sepanjang jalan. "Ada yang masih tidak, namun tidak ada masalah," ucap Bambang. 

Seperti Yudi,  driver yang belum tahu larangan mobil ke utara sempat melanggar saat mengantar tamu ke sentra Gudeg Wijilan, sampai di parkiran Gudeg Wijilan mendapat penjelasan dari juru parkir Yuli dan Arman. "Aturan mobil satu arah tidak memengaruhi tamu yang datang ke Gudeg Wijilan, justru lalu lintas menjadi lancar dan tidak ribet," ucap Yuli

Sementara mantan Kadishub Kota Yogya Ir Widiastjarjo menyatakan harus ada penerapan Pintu Masuk dan Pintu Keluar. "Tidak Harus SSA, atau Tetap SDA, Pintu Masuk Pisowanan, Ngabyantoro bisa di Jalan Pangurakan / Trikora (Utara Utama) dan Jalan Nyi Ahmad Dahlan (Gerjen, utara kedua), Jalan H Agus Salim dan Jalan Kauman (Barat) dan Jalan Ibu Ruswo (Timur)," jelas Widi. 

Dengan latar belakang profesi Teknik Sipil Transportasi UGM dan 16 tahun berada dalam Jajaran Perhubungan DIY-Kota Yogya, Widi menyebutkan 'Pintu Keluar' Lengser, Lorodan di Jalan Gading (Selatan) Jalan Rotowijayan – Jalan Ngasem – Jalan Polowijan – Jalan Kadipaten (Selatan Barat), Jalan Alun Alun Lor – Jalan Ibu Ruswo, Jalan Wijilan – Jalan Mantrigawen (Selatan, Timur). 

Di Pintu Masuk dan Pintu Keluar, lanjutnya diwujudkan lagi Plengkung Gapura, seperti Plengkung Gading, Plengkung Wijilan dan yang lain belum, yaitu Plengkung Madyasuro Mantrigawen, Plengkung Kadipaten, Plengkung Ngasem, Plengkung Notoprajan dan Plengkung Gerjen. 

"Dengan Pendekatan Sosiologis Filosofis dan Cultur, barangkali pilihan SSA (Sistem Satu Arah) untuk Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, dapat ditinjau kembali mengingat kelebaran jalan, yang tidak mungkin dan tidak boleh dilebarkan lagi. (heritage)," ujar pemerhati kebijakan lalu lintas ini. (M-3)

BERITA REKOMENDASI