Jalani Proses ‘Nyengker’, Putra Mahkota Pakualaman Dipingit

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pakualaman terus melaksanakan prosesi Dhaup Ageng pernikahan putera mahkota Kadipaten Pakualaman, BPH Kusumo Bimantoro ST dengan dr Maya Lakshita Noorya. Kamis (03/01/2019) kedua calon pengantin menjalani proses Nyengker atau pingitan di Kepatihan Pura Pakualaman.

Ketua Bidang I Dhaup Ageng KRT Radiowisroyo mengatakan prosesi Nyengker dilaksanakan sejak pukul 10.00 WIB tadi dimana keluarga calon pengantin putri datang ke Kepatihan Pakualaman untuk tinggal. Maknannya menurut Radiowisroyo dimaksudkan agar calon pengantin mempersiapkan hati dan fisik sebelum pernikahan akhir pekan nanti.

“Jadi dalam prosesi Nyengker ini calon pengantin wanita bersama keluarga datang diterima oleh keluarga Pakualaman di Kepatihan. Acara ini merupakan acara internal, dan selanjutnya calon pengantin wanita akan dipingit di dalam gedung Kepatihan ini,” ungkapnya.

Makna Nyengker sendiri menurut dia lebih pada persiapan calon pengantin agar siap secara lahir dan batin terutama memastikan tidak terjadi sesuatu hal yang menghalangi pernikahan. “Dahulu proses ini dilaksanakan tujuh hari namun saat ini untuk mempersingkat waktu dengan tetap mengedepankan makna dilaksanakan satu hari jelang ijab qobul,” sambungnya.

Setelah prosesi ini calon pengantin wanita dan pria tak lagi boleh bertemu hingga waktu panggih tiba. Meski begitu dengan perkembangan jaman, tampaknya hal tersebut tinggal menjadi syarat kebudayaan lantaran keduanya masih bisa berkomunikasi melalui telpon pintar. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI