Jalur Rawan Longsor Jadi Perhatian Khusus PT KAI

YOGYA, KRJOGJA.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan Operasi Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) berlangsung selama 18 hari mulai 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019. Selama Operasi Nataru, setiap Daerah Operasi (Daop) diminta untuk meningkatkan pengecekan, guna memastikan rel aman dilalui kereta api. Terlebih lagi saat ini sudah memasuki musim penghujan sehingga rawan banjir dan longsor. 

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro mengatakan, dari hasil inspeksi Jalur Selatan KA khususnya di Daop 6 Yogyakarta, kondisinya bagus. Apalagi jalur di Daop 6 ini kebanyakan lurus dan tanahnya stabil, sehingga kereta api bisa melaju sampai kecepatan 100 km/jam. 

"Menurut saya jalur rel kereta api khusunya Daop 6 ini aman dari longsor karena tanahya stabil," terang Edi usai melakukan inspeksi di Stasiun Yogyakarta, Rabu (12/12/2018). Turut mendampingi, jajaran Direksi dan Komisaris PT KAI. 

Berbeda dengan jalur rel KA di Daop 2 (Bandung) yang menurut Edi, jalurnya terjal dan tanahnya cenderung labil. Dari inspeksi setidaknya ada 40 lebih titik rawan mulai Bandung hingga masuk Daop 5 (Banjar), sehingga pengecekan lebih intensif. "Kami siapkan 1.400 lebih personel untuk menjaga rel kereta api terutama di daerah rawan," ujarnya. 

Sedangkan menyambut libur Nataru, PT KAI telah menambah 48 perjalanan KA. Untuk jumlah penumpang diprediksi ada kenaikan 4 persen dibanding tahun lalu, atau naik dari 5,1 juta tempat duduk menjadi 5,3 juta tempat duduk. "Sampai saat ini 54 persen tiket sudah terjual," tuturnya.

Di sela melakukan inspeksi, Edi meresmikan Monumen Lokomotif D 301 22 yang berada di pintu masuk Stasiun Yogyakarta sebelah Selatan. Edi juga menyempatkan meninjau toilet portabel buatan Balai Yasa Yogyakarta. Menurut Edi, keberadaan toilet ini sangat bermanfaat untuk mengantisipasi kekurangan toilet. "Kalau memang kebutuhan toilet cukup besar, toilet portabel ini akan diproduksi lebih banyak lagi. Ini ide brilian karena bahannya memanfaatkan mobil bekas," ujarnya.

Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto menambahkan, toilet portabel ditempatkan di Zona 3 stasiun untuk memfasilitasi pengantar atau pembeli tiket yang belum masuk ke stasiun. "Kalau di Zona 1 atau 2 (dalam stasiun) memang sudah tersedia toilet, nah yang di luar belum ada, makanya toilet portabel kita tempatkan di Zona 3 untuk memfasilitasi pengantar atau pembeli tiket yang belum masuk stasiun saat ingin buang air," katanya.

Menurut Eko, toilet ini mempunyai empat bilik yaitu dua untuk laki-laki dan dua untuk perempuan. Toilet ini juga ramah lingkungan dan tidak bau karena kotoran bisa dipindahkan seperti halnya toilet yang ada di atas kereta api. 

Sedangkan terkait Monumen Lokomotif D 301 22, merupakan lokomotif diesel generasi awal dengan cat yang khas. "Ini bisa dikatakan monumen bersejarah, sehingga masyarakat bisa tahu lokomotif diesel generasi awal," katanya.

Untuk memastikan kelancaran angkutan Nataru, Edi Sukmoro juga melakukan inspeksi Jalur Lintas Selatan di Stasiun KA Purwokerto. Menurutnya, inspeksi dilakukan dua arah, di Jalur Utara ada Jalur Selatan. "Saya kebagian untuk Jalur Selatan," ungkapnya. 

Di wilayah Daop 5 Purwokerto, ditengarai sejumlah titik rawan banjir, ambles, dan longsor. Untuk itu, disiapkan petugas untuk menjaga lokasi-lokasi rawan tersebut, termasuk di perlintasan sebidang.(Dev/Dri)

BERITA REKOMENDASI