Jamin Keamanan Wisatawan Berlibur di DIY, Pemda Terus Verifikasi Pengelola Wisata

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Faktor kenyamanan dan keamanan para wisatawan menjadi prioritas Pemerintah Daerah DIY, terlebih di masa pandemi Covid-19. Untuk menjamin kenyaman dan keamanan tersebut, Pemda DIY dalam hal ini Dinas Parwisata DIY telah menyusun SOP atau Pranatan Anyar Plesiran Yogya. Kemudian telah melakukan simulasi dan verifikasi kepada destinasi dan pelaku usaha/industri wisata yang dilakukan dinas pariwisata kabupaten dan kota.

“Hampir semua destinasi dan pelaku usaha wisata yang sudah melakukan uji coba operasional terbatas,  lolos verifikasi,” terang Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo dalam FGD bertema ‘Waspada Ledakan Covid-19 Saat Libur Panjang’ yang disalenggarakan SKH Kedaulatan Rakyat (KR) bekerja sama dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Meeting Room The 101 Hotel Yogyakarta, Jumat (23/10/2020).

Menurut Singgih, pelaku usaha wisata yang telah lolos verifikasi tersebut kemudian mendapatkan rekomendasi. Kabar baiknya, Kementeritan Pariwisata juga akan melakukan lebih dari verifikasi yaitu sertifikasi kepada destinasi dan industri pariwisata untuk menambah kepercayaan mereka dan para calon wistawan yang akan berkunjung. “Sehingga orang datang ke Yogya, hotel di Yogya itu 150 lebih sudah diverifikasi oleh pemerintah dan Satgas Penanganan Covid-19, sehingga diharapkan tidak ada ketakutan wisatawan berkunjung di Yogya,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan Singgih, Pemda DIY memiliki aplikasi ‘Visiting Jogja’ yang mampu menyajikan data kunjungan wisatawan secara realtime. Menurut Singgih, sejak pertengahan Juli 2020 hingga saat ini, jumlah wisatawan yang berkunjung ke DIY sebanyak 1,1 juta orang lebih. Wisatawan asal DIY paling banyak mencapai hampir 500.000 orang diikuti wisatawan asal Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Dari data ini terlihat bahwa program staycation atau liburan dekat rumah berhasil untuk meminimalisir penularan Covid-19,” kata Singgih. Aplikasi Visiting Jogja ini juga menampilkan daya tampung objek wisata. Jika kapasitas sebuah destinasi wisata sudah penuh, maka dalam aplikasi akan terlihat warga merah, sehingga wisatawan bisa mengalihkan ke destinasi wisata lain.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardyanto Setyo Ajie mengatakan, masyarakat dan pelaku usaha/industri pariwisata harus bisa menjamin SOP tempat wisata terimplementasi dengan baik. Menurut Bobby, dengan memiliki pemahaman yang baik mengenai SOP tersebut, maka masyarakat dan industri pariwisata bisa menjadi kepanjangan tangan dari pemerintah dalam rangka  mengurangi risiko penularan Covid-19.

Pengamat Pariwisata Tazbir Abdullah mengatakan, banyak sekali kabar simpang-siur di media sosial tentang kondisi pariwisata di DIY yang sering membingungkan calon wisatawan yang hendak berkunjung. Tazbir mengusulkan perlu ada informasi valid yang bisa menjelaskan kondisi terkini dan mudah diakses masyarakat luas. Sedangkan Desta Titiraharja dari Pusat Studi Pariwisata UGM menyoroti pentingnya monitoring dan evaluasi penerapan protokol kesehatan di Industri Pariwisata. “Setelah diverifikasi SOP-nya, juga perlu ada monev penerapannya,” katanya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI