Jangan Biarkan Dana Bank Syariah ‘Tidur’ Saat Pandemi

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Bank syariah belum optimal menyalurkan dananya dalam bentuk pembiayaan dibandingkan bank konventional. Dimasa pandemi Covid-19, jangan biarkan dana bank syariah ‘tidur’ atau hanya disimpan dalam bentuk obligasi, sukuk, deposito di bank lain. Sebaliknya bank syariah harus ‘action’ dengan menyalurkan segera dananya ke sektor riil supaya terjadi multiplier economic sehingga roda perekonomian berputar.

“Masuklah ke bisnis yang tidak terdampak Covid-19 seperti food & baverage, kebutuhan bahan pokok, jasa/produk kesehatan, jasa pendidikan dan pelatihan serta bisnis digital,” ujar Praktisi Bank Syariah sekaligus Dosen Tetap STEI Yogyakarta Hanan Wihasto SE MM dalam webinar bertema ‘Mencari Format Solusi Perbankan Syariah dalam Menghidupkan Kembali Roda Ekonomi di Tengah Pandemi’, Sabtu (25/7/2020).

Webinar diselenggarakan oleh Islamic Banking School (IBS) Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Yogyakarta menghadirkan pembicara lain Kepala Subbagian Direktorat Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah OJK Pusat (Alumni STEI Yogyakarta) Asep Sudirman dipandu moderator Dosen STEI Yogyakarta Windu Baskoro. Webinar diikuti oleh Ketua STEI Yogyakarta Dr Mujahid Quraisy SE MSI.

Sedangkan Asep Sudirman mengatakan, diperlukan sinergi dan integrasi antara sektor riil, keuangan komersial dan keuangan sosial sehingga ketiga sektor tersebut dapat tumbuh secara bersama-sama. Selain itu perlu optimalisasi ekosistem ekonomi syariah seperti produk halal, Zakat Infaq Shodaqoh (ZIS), badan wakaf dan lain-lain. “Integrasi yang total antara keuangan komersial dan keuangan sosial Islam untuk membangun kembali sektor riil pascapandemi perlu political will dari pemerintah dan partisipasi seluruh masyarakat,” katanya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI