Jelang ASPD 2022, SMPN 5 Yogya Gelar Doa Bersama dan Baksos

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – SMP Negeri 5 Yogyakarta menggelar doa bersama dan bakti sosial, Jumat (13/5/2022). Kegiatan dilaksanakan bersama Tim Pelaksana Kegiatan Paguyupan FOS IX diikuti oleh seluruh siswa kelas IX (335 anak), guru, karyawan dan Ketua Komite Sekolah.

Kepala SMPN 5 Yogya Siti Arina Budiastuti MPd BI menjelaskan, doa bersama dilaksanakan di ruang-ruang agama dan masjid sekolah dipimpin langsung oleh guru-guru agama. Setelah doa bersama dilanjutkan kegiatan motivasi yang dipusatkan di aula sekolah.

Kegiatan motivasi menghadirkan motivator Erik Hadi Saputra. Selain itu ada motivasi jelang Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) 2022 yang disampaikan oleh Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta Hasyim MAcc. ASPD digelar 17-20 Mei 2022.

“Dalam kegiatan itu, peserta didik juga memohon doa restu kepada seluruh guru agar diberi kesuksesan dalam ASPD 2022. Maksud dan tujuan dari acara hari ini adalah mempersiapkan siswa siswi agar lebih siap menghadapi ASPD baik secara fisik, mental dan spiritual,” terang Siti Arina di sela kegiatan.

Adapun bakti sosial ditujukan untuk 2 panti asuhan yaitu Panti Asuhan Al Falah (untuk yang muslim) dan Panti Asuhan Bakti Luhur (untuk non muslim). “Baksos juga ditujukan untuk warga sekolah yang membutuhkan,” ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 5 Yogya, Sekhah Efiaty MPd menambahkan, selama ini peserta didik sudah cukup belajarnya, pihak sekolah telah membekali siswa dengan tambahan jam di luar intrakurikuler melalui kegiatan yang disebut Gala Widyatama. Anak-anak dikelompokkan ke dalam kelas-kelas sesuai nilai yang diperoleh dalam tambahan jam tersebut.

“Jadi setelah beberapa pertemuan dalam Gala Widyatama, akan diakhiri dengan tes yang disebut Gladi Widyatama. Dari tes inilah anak-anak dikelompokkan untuk menerima tambahan jam pelajaran,” kata Efi.

Dikatakan Efi, setelah anak-anak mendalami materi melalui Gala Widyatama, usaha yang tidak kalah penting adalah berdoa. Di dalam doa bersama ini, siswa siswi juga diberi bekal agar lebih tenang menjalani ASPD, tidak takut, tidak nervous, serius tetapi tetap santai.

“Harapan dari sekolah setelah anak-anak doa bersama, nantinya ASPD dapat dijalani dengan lancar, mudah dan mencapai hasil maksimal, serta anak-anak diterima di SMA/SMK yang diharapkan,” ujarnya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI