JHS Luncurkan Pemetaan Pusaka Alam – Budaya Yogya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebuah Karya Kreatif Inovatif JHS ini menitikberatkan pada pemetaan pusaka alam dan budaya sejak pendirian Nagari Ngayogyakarta oleh Pangeran Mangkubumi setelah Perjanjian Gianti tahun 1755, Sabtu (12/12) akan diluncurkan Jogja Heritage Society (JHS). Salah satu komunitas budaya di DIY ini membangun pemetaan dengan pendekatan the Historic Urban Landscape (HUL), menelusuri ulang lapisan nilai-nilai alam dan budaya yang unggul.

“Dalam proses pemetaan tahun ini dititikberatkan pada deliniasi Sungai Gadjah Wong di sebelah Timur, Sungai Winongo di sebelah Barat, Selokan Mataram di Utara, dan Panggung Krapyak di Selatan. Diharapkan tahun depan dapat dilakukan pemetaan untuk seluruh DIY,” jelas penasehat JHS sekaligus koordinator program Karya Kreatif Inovatif bertajuk ‘Cultural & Natural Mapping Of Yogyakarta Historic Urban Landscape’ Laretna T Adishakti, Jumat (11/12) di Mustokoweni Heritage Hotel.

Peluncuran secara daring oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbud akan diawali dengan pidato kunci Hilmar Farid. Untuk kepentingan tersebut terdapat sekitar 80-an peta kuno yang dikumpulkan dan dibaca, selain peta barupun disusun untuk menunjukkan dan menguatkan temuan-temuan.

BERITA REKOMENDASI