Jiffina Diharapkan Mampu Angkat Perekonomian DIY – Jateng

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Keberadaan Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (Jiffina) diharapkan mampu memantik pertumbuhan ekonomi di DIY dan juga Jawa Tengah. Pameran ini akan mampu menciptakan multiplier effect yang besar bagi berbagai sektor seperti perhotelan, kuliner, transportasi dan tak ketinggalan pariwisata.

GKR Mangkubumi mengatakan pameran Jiffina dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan, baik dari sisi pengunjung, pembeli maupun transaksi. Pameran ini juga menjadi penggerak ekonomi sekaligus mendongkrak pasar furniture dunia.

“Hal ini tersebut dibuktikan pada tahun lalu Jiffina menjadi satu-satunya di Asia Tenggara yang mampu menyelenggarakan pameran dengan menerapkan standar sangat ketat,” kata Mangkubumi saat membuka secara virtual Launching Jiffina 2021 yang berlangsung di Royal Ambarrukmo Hotel, Rabu (23/12/2020).

Dalam pameran yang sedianya akan digelar di Jogja Expo Center (JEC) pada 13 – 16 Maret 2021 mendatang, Mangkubumi berharap Jiffina mampu menerapkan kriteria yang ketat. Beberapa diantaranya yakni produk mebel dan kayu yang ramah lingkungan, menggunakan kayu bersertifikat, mudah dibongkar, bisa didaur ulang, tahan lama serta tentunya mudah diperbaiki serta berkualitas

“Saya berharap sebanyak mungkin kriteria-kriteria itu diterapkan pada produk yang dipamerkan nanti. Sebab jika tidak saya khawatir akan ketinggalan dari produk-produk serupa dari negara ASEAN seperti Malaysia dan Vietnam yang menjadi kompetitor utama mebel dari Indonesia,” tegasnya.

Mangkubumi menambahkan pada saat pandemi seperti sekarang ini persaingan bisnis furniture dan kerajinan semakin tidak mudah. Namun adanya persaingan itu tidak serta merta menurunkan semangat untuk berusaha dan terus berinovasi.

Ia juga meminta kepada para pelaku usaha di bidang mebel, furniture dan kerajinan di Jawa dan Bali untuk tak hanya mengandalkan dari satu sektor semata. Namun harus pula fokus menggarap pasar lain yang ada, mengingat masih terdapat potensi besar yang besar menanti para pelaku usaha mebel, furniture dan kerajinan.

Deputi Bidang Propasar Kemenkop dan UKM, Voctoria Simanungkalit menyatakan dalam perkembangan industri nasional, furniture dan kerajinan merupakan salah satu industri prioritas. Industri ini dinilai mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, berdaya saing global, penghasil devisa negara serta menyerap tenaga kerja dalam jimlah yang sognifikan.

“Diharapkan kegiatan ini mampi memacu UMKM khususnya di bidang furniture dan kerajinan untuk terus berjuang bersama-sama keluar dalam masa pandemi ini. Kedepan kegiatan ini juga sekaligus dapat mengangkat citra produk UMKM tidak hanya di pasar nasional, namun juga global,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Committee Jiffina, Endro Wardoyo menargetkan 6 ribu pengunjung bakal mendatangi pameran mendatang. Berhubung Jiffina berlangsung di tengah pandemi, maka pameran pada Maret yang akan datang itu bakal digelar secara daring dan luring. (*)

BERITA REKOMENDASI