JIHW 2018, Ajak Pejalan Kaki Jelajahi Keelokan Turi

YOGYA, KRJOGJA.com – Jogja International Heritage Walk (JIHW) ke-10 tahun 2018 kembali bersiap digelar 16-18 November mendatang. Kali ini selain melihat keelokan Candi Prambanan, para peserta dari dalam dan luar negeri akan diajak menjelajahi wilayah utara Yogya tepatnya di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman. 

Wakil Ketua JIHW 2018 Dahlia Puspasari mengatakan tahun ini pihaknya menargetkan 350 pejalan kaki asing yanh turut ambil bagian. Jumlah tersebut menurut dia sudah hampir tercapai di mana peserta berasal dari 20 negara dunia. 

“Ada 20 negara yang sudah mengkonfirmasi sampai hari ini, hampir 350 peserta ikut. Tahun ini JIHW memang mensyaratkan peserta grup bukan lagi individu jadi memang lebih banyak, tahun lalu sekitar 200-an,” ungkapnya dalam bincang media Selasa (30/10/2018). 

Di hari pertama 16 November, JIHW akan menawarkan pengalaman berbeda bagi peserta dan masyarakat di mana akan ada kirab persahabatan melibatkan peserta asing di sepanjang Jalan Malioboro. “Ini baru pertama kali, kami ingin menyuguhkan pengalaman berbeda bagi para peserta asing sekaligus mengenalkan lebih jauh pada masyarakat tentang manfaat berjalan kaki,” sambungnya. 

Sementara di hari terakhir setelah puas menjelajah kawasan Candi Prambanan, para peserta baik dari dalam dan luar negeri juga akan diajak berjalan kaki di wilayah Kecamatan Turi. Desa-desa wisata yang menyuguhkan tradisi menarik akan menyambut para peserta JIHW 2018. 

“Ada beberapa desa wisata di Turi yang akan dilewati para peserta seperti Desa Pancoh, Kelor, Pulesari, Nanggring, Tunggularum dan Garongan. Masing-masing desa punya keunggulan yang akan ditonjolkan dan nantinya ditunjukkan pada para peserta. Sangat berbeda dari rute sebelumnya di Imogiri,” ungkapnya lagi. 

Di Prambanan nanti panitia JIHW juga mempersiapkan berbagai atraksi dan hiburan seperti edukasi jamu oleh Wilwatikta yang kini berusaha menaikkan kelas jamu tradisional ke semua kalangan masyarakat, senam zumba hingga cek kesehatan gratis oleh Rotary Club of YogyaTugu. 

“Ada juga Fun bike 10km gratis, Lomba mewarnai dan lomba melukis payung bersama komunitas Omah Parenting, Board game AR (Augmented Reality) bersama komunitas Sebangku, Edukasi&workshop Taman Siswa Ki Hajar Dewantara bersamaSariswara Club, Games dolanan anak, Edukasi lingkungan hidupdan donasi bibit pohon bersama Greentech UPN, Festival makanan dan barang-barang organik oleh Komunitas Organik Indonesia,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI