Jika PPKM Diperpanjang, Pelaku Bisnis Pasrah

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Menghadapi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jika diperpanjang hingga 9 Agustus 2021, para pengusaha dan pelaku industri wisata hanya bisa pasrah. Kondisi saat ini mereka sudah benar-benar tak berdaya. Hanya berharap ada stimulan dari pemerintah agar mereka bisa bernafas.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY, Hantoro menyatakan pasrah saja akan hal itu. “Kita tidak boleh bertanya, menyanggah apalagi menolak,” ucapnya, Senin (02/08/2021).

Sedang Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardyanto SA menyatakan sampai hari ini juga belum ada bantuan/stimulan konkret dari pemerintah. Bobby berharap stimulan pemerintah segera diwujudkan agar industri bisa bertahan.

“Baik itu keringanan fixed cost dan variabel cost. Konsistensi dan komitmen pemerintah dalam menjalankan regulasinya. Monev dikuatkan tanpa terkecuali, percepatan vaksin tanpa batas segera dituntaskan,” tegasnya.

Demikian pula Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY) menagaku meski terasa berat akan mendukung langkah Pemda DIY dalam PPKM dengan peraturan yang ketat dan terukur. “Namun harus juga dpikirkan nasib pengusaha dan nasib 9.850 karyawannya,” ucap Koordinator Lapangan PPMAY, KRT Karyanto Purbo Husodo.

Karyanto menegaskan perlu bantuan tunai dari Pemda DIY dan Pemkot dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidup dan usaha pelaku bisnis di Malioboro – Ahmad Yani yang sudah mendekati kehancuran walau sudah melakukan efisiensi. “Kami mohon penyekatan jalan-jalan menuju Malioboro dan A Yani bisa dibuka meski dibatasi. Karena Malioboro butuh pengunjung untuk berbelanja,” harapnya.

Sedang Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DIY, Herryadi Baiin menyebutkan industri perhotelan menunggu realisasi bantuan dari pemerintah yang bukan hanya berupa bantuan sosial kepada karyawan tetapi juga untuk menutup biaya biaya operasional Hotel. Sebab selama PPKM diberlakukan hotel sepi tamu, hanya 3-5 kamar yang terisi bahkan ada yang kosong, sementara biaya operasional sangat berat.

Sebelumnya di tahun 2020, Herry merasakan masih ada kelonggaran kelonggaran, adanya dana hibah dikucurkan sedikitt meringankan beban biaya. “Disiplin protokol kesehatan diterapkan agar pandemi bisa teratasi dan ekonomi segera bangkit,” ujarnya. (Vin)

BERITA REKOMENDASI