Jogja Batal Tuan Rumah Piala Dunia Karena Merapi, Ketua KONI DIY: Ini Aneh dan Mengecewakan!

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Pembatalan DIY sebagai salah satu kota tuan rumah Piala Dunia FIFA U-20 tahun 2021 menghadirkan kekecewaan bagi sejumlah pihak. Terlebih PSSI menjadikan keberadaan Gunung Merapi yang statusnya aktif sebagai alasan utama pencoretan Stadion Mandala Krida sebagai venue kejuaraan sepakbola internasional tersebut.

Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY, Prof Dr Djoko Pekik Irianto MKes AIFO kepada KR

, Minggu (5/7) mengatakan, batalnya DIY menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA U-20 jelas mengecewakan bagi insan olahraga DIY. “Apalagi alasannya karena Gunung Merapi,” ujarnya.

Menurut Djoko Pekik, seharusnya PSSI bisa memberikan alasan lain yang lebih rasional. Alasan tersebut seharusnya juga disertakan dalam surat pemberitahuan resmi kepada Pemda DIY.

“Meski kecewa, prinsip kami meminta Pemerintah dan PSSI Pusat bisa memastikan ajang Piala Dunia tetap digelar di Indonesia. Jadi, agar semua persoalan ini ‘clear’, PSSI atau pemerintah pusat menyampaikan secara formal tentang pembatalan ini kepada Pemda DIY dan Asprov PSSI DIY dengan alasan yang rasional,” tegasnya.

Penggiat sepakbola DIY yang juga menjabat sebagai Komite Sepakbola Asprov PSSI DIY, Kuncoro Mangkunegoro menilai, pembatalan DIY sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 karena dekat dengan Gunung Merapi sangat tidak masuk akal. Pasalnya, sejumlah ajang Piala Dunia senior bahkan pernah diselenggarakan di negara yang memiliki banyak gunung berapi aktif, seperti Jepang, Amerika Serikat, hingga Rusia.

BERITA REKOMENDASI