Jogja Kekurangan Pembina Pramuka? Ini yang Dilakukan Kwarda DIY

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Praja Muda Karana atau lebih dikenal dengan Pramuka sebagai organisasi kepemudaan dijenjang persekolahan terus dikembangkan sebagai tempat membentuk karakter siswa. Mulai dari jenjang SD hingga SMA, Pramuka menjadi ekstra kurikuler wajib bagi siswa untuk diikuti.

Di Yogyakarta, gerakan pramuka secara organisasi berkembang cukup baik dari tingkat cabang hingga pusat. Sebagai kota pendidikan, peserta pramuka disetiap sekolah juga cukup banyak, sayangnya jumlah ini tidak dibarengi dengan animo siswa untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya sebagai pembina.

"Jumlah pembina merupakan masalah yang kami hadapi di Yogyakarta dan mungkin daerah lain saat ini. Karena bersifat sukarela dan tidak ada materi yang diberikan mungkin menjadi faktor animo menjadi pembina pramuka turun," ujar Dwi Purnomo, selaku anggota Kwartir Daerah Gerakan Pramuka (Kwarda) DIY saat bersilaturahmi dengan jajaran Direksi PT BP Kedaulatan Rakyat, Selasa (30/7/2019).

Menurut Kak Dwi, idealnya pembina disetiap sekolah menyesuaikan dengan jumlah siswa disetiap kelas dengan perbandingan 1 kelas dengan 1 pembina. Untuk mengatasi kekurangan ini sementara pembina diambil dari sekolah lain yang berdekatan sehingga proses pembinaan program pramuka tetap berjalan.

"Program pelatihan dan organisasi selalu kita update sebagai bentuk karakter building siswa. image pramuka yang identik dengan perkemahan harus diubah menjadi organisasi yang menarik bagi siswa kekinian untuk melatih skill dan mental kemandirian siswa," katanya. 

Panitia peringatan  Hari Pramuka ke-58 tahun 2019 saat audiensi di KR. Foto: Gus Git

Sementara itu untuk menyambut peringatan Hari Pramuka ke-58 tahun 2019, Kwarda DIY bakal menggelar beragam kegiatan selama bulan Agustus 2019. Membawa misi siap sedia membangun keutuhan NKRI, panitia peringatan dari Kwarda DIY menjalin kerjasama dengan Kedaulatan Rakyat untuk menyemarakkan kegiatan tersebut.

Sekretaris Kwarda DIY, Ir Suryoaji R Mantoro, M.Si dalam silaturahmi ini mengatakan beragam kegiatan telah dipersiapkan seperti ziarah ke makam tokoh pramuka dan seniman, penganugerahan tanda penghargaan, bakti sosial hingga sarasehan. 

"Bekerjasama dengan KR pada Minggu, 4 Agustus mendatang kita bakal gelar kreasi dan eksibisi kepramukaan disepanjang Jl Margautama dalam acara car free day. Dalam kegiatan ini ada pameran, atraksi seni budaya hingga pemeriksaan kesehatan dan gigi. Dan sebagai puncaknya pada tanggal 20 Agustus kami akan menggelar apel besar peringatan hari pramuka di Gunungkidul," katanya.

Kak Suryo menambahkan peringatan hari Pramuka ke-58 tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial saja. Kwarda DIY juga bakal menggelar Merti Kali Gajahwong pada tanggal 18 Agustus 2019. Kegiatan membersihkan sungai ini diharapkan menginspirasi warga pinggiran sungai untuk turut menjaga kelestarian dan kebersihan sungai gajahwong. (*) 

 

BERITA REKOMENDASI