Jogja Planning Gallery Gali Potensi Budaya Yogya

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pembangunan Jogja Planning Gallery yang direncanakan sebagai tempat Wisata Edukasi Budaya mendapat tanggapan budayawan Yogyakarta, yakni Timbul Raharjo. Melalui sambungan telepon Timbul memberikan tanggapannya terhadap upaya pemerintah tersebut.

Sebagai pelaku seni diakui oleh Timbul apa yang direncanakan pemerintah merupakan suatu upaya yang baik. Apalagi sebagai kota Budaya pemasukan terbesar Yogyakarta adalah kedatangan wisatawannya. Maka untuk menarik wisatawan tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi budaya, ini juga diharapkan bisa sejalan dengan upaya melestarikan budaya tersebut.

Jogja Planning Gallery dinilai sebagai salah satu langkah untuk mewadahi hal tersebut. Pada proses perencanaanya Jogja Planing Gallery telah dibahas pada rapat bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Hal ini juga dijelaskan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY Anna Rina Herbranti terkait konsep dasar Jogja Planning Gallery.

“Di awal dulu Yogyakarta seperti apa, misalnya dari zaman mataram kuno itu seperti apa terus berkembang menjadi Yogya seperti saat ini termasuk Yogya yang akan datang,” jelasnya.

Dari perencanaan ini, hal yang menjadi sorotan penuh bagi Timbul bukan hanya sekadar konsep perencanaan pembuatan, tetapi ia menegaskan konsep kebermanfaatan pada pengelolaannya. Menurutnya projek ini perlu dirancang dengan sungguh-sungguh dan mendengarkan banyak pihak agar memperoleh satu pemahaman yang sama.

“Yang perlu saya garis bawahi adalah pada pembuatan Jogja Planning Gallery ini bukan hanya pada rencana pembangunanya tetapi juga pada cara pengelolaan sehingga ada upaya untuk perbaikan manejerialnya, banyak gallery gallery yang dibangun tanpa pengelolaan yang bagus, sehingga tempat yang bagus tapi tidak bisa dikelola dengan baik,” imbuhnya.

Timbul juga mewanti-wanti, menurutnya pemerintah kerap menyelesaikan proyek hanya sebatas melepas program pada masa jabatan, tetapi tidak mempersiapkan keberlangsungan manfaat dari program tersebut. Hal ini diwanti karena melihat jabatan pemerintah yang terus mengalami perubahan di tiap periode sehingga tidak ada keberlangsungan tanggung jawab yang dilakukan.

Menurut Timbul minat masyarakat terhadap seni dan budaya masih tinggi, sehingga tentu saja ia berharap rencana Jogja Planning Gallery ini bisa berjalan dengan semestinya dan bisa membantu para seniman, budayawan bahkan masyarakat sekitar untuk merasakan manfaatnya.

Alda Febrinela, Komunikasi Penyiaran Islam
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

 

BERITA REKOMENDASI