Jogoboro Ditambah, Sampah Jadi Perhatian

YOGYA, KRJOGJA.com – Lebaran 2019 yang bertepatan dengan libur sekolah diprediksi akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Kota Yogya. Malioboro dipastikan menjadi salah satu tujuan utama sehingga pengunjung akan membludak. 

Personel Jogoboro pun kini ditambah guna mengawasi perilaku pengunjung dalam membuang sampah. "Biasanya petugas Jogoboro berjumlah 25 orang, sudah kami tambah menjadi 40 orang. Mereka akan bertugas selama 24 jam dalam tiga shift. Salah satu tugasnya memang mengawasi sampah," tandas Kepala UPT Malioboro Ekwanto, Sabtu (1/6).

Diakuinya, pengunjung yang membludak bisa berdampak pada aspek kebersihan. Apalagi jika kebiasaan pengunjung yang tidak tertib dalam menaruh sampah. Kendati sudah tersebar banyak tempat sampah, namun selama ini masih ditemukan tumpukan sampah yang berserakan. Oleh karena itu Jogoboro selama musim libur Lebaran dan libur sekolah, tidak sekadar menjaga keamanan dan kenyamanan melainkan juga mengawasi perilaku pembuangan sampah. Jika ada pengunjung yang seenaknya membuang sampah, akan diberikan
peringatan hingga diminta membuat surat pernyataan. 

"Kalau diperingatkan kok ngeyel, akan kami bawa ke kantor UPT Malioboro. Jika sampai ada yang membuat surat pernyataan karena membuang sampah sembarangan, itu pasti akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi pengunjung," urai Ekwanto.

Selain sampah, para pedagang kaki lima terutama usaha kuliner, diimbau tidak main-main soal harga. Jika ada satu oknum yang nuthuk, maka dampaknya akan sangat luas. Organisasi yang menaungi PKL pun bakal memberikan sanksi tegas terhadap ulah oknum
tersebut.

Begitu juga bagi pengemudi ojek online agar tidak berhenti menunggu penumpang di sepanjang Jalan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer. Meski berhenti kurang dari satu menit, namun bisa menimbulkan kepadatan arus kendaraan. "Petugas Jogoboro akan menghalau setiap kendaraan yang berhenti. Biasanya calon penumpang sudah memesan via online, padahal masih antre di kassa. Makanya ketika pengemudi tiba, calon penumpang belum siap. Ini yang jadi persoalan," tandasnya.

Puncak keramaian Malioboro diprediksi akan terjadi mulai H+2 Lebaran atau mulai 8 Juni 2019 hingga sepekan ke depan. Pihak UPT sudah memastikan 25 CCTV di sepanjang Malioboro dapat berfungsi normal sehingga bisa memudahkan pengawasan. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI