Jokowi Kenalkan Kartu Kit Kuliah

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) hadir dalam deklarasi dukungan Alumni Jogja Untuk Indonesia di Stadion Kridosono, Sabtu (23/03/2019). Di hadapan ribuan pendukungnya, Jokowi menceritakan apa yang dilakukannya selama 4,5 tahun memimpin Indonesia.

Jokowi mengungkap pada 2015 lalu di saat baru mulai memimpin Indonesia, ia berusaha mengakuisisi Blok Mahakam yang sejak 50 tahun lalu dikelola perusahaan asing Impact dan Total. “Blok Rokan yang dikelola Cevron dari Amerika sejak puluhan tahun lalu, sudah berhasil dimenangkan 100 persen oleh Pertamina,” ungkapnya.

Jokowi juga menceritakan bagaimana sulitnya negosiasi penguasaan saham Freeport yang akhirnya bisa dilaksanakan pada akhir 2018 lalu. “Selama 40 tahun Freeport mengelola dan dipikir gampang mengambil alih seperti itu? Itu masih dituding antek asing saya masih diam. Tapi hari ini saya sampaikan bahwa tuduhan seperti itu saya jawab. Supaya orang tahu kita telah melakukan sesuatu,” sambung Jokowi.

Jokowi menceritakan juga saat di tahun 2016 lalu ada klaim dari Cina bawasanya kawasan Natuna Utara masuk dalam Nine Disline Laut Cina Selatan. “Saya ingat bawa kapal perang kita, saya datang ke Natuna dan sampaikan bahwa Natuna teritorial Indonesia tak ada rasa takut sedikitpun untuk melakukan itu,” tandas Jokowi.

Meski belum masuk masa kampanye, namun Jokowi sempat menyampaikan arah pemerintah kedepan di mana ia sudah mempersiapkan ‘kartu sakti’ lain selain Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat. “Kita fokus pembangunan Sumber Daya Manusia, saat ini sudah ada Kartu Indonesia Pintar, dan kita akan keluarkan Kartu Kit Kuliah menjamin anak-anak kita bisa kuliah baik di dalam maupun luar negeri karena arah kedepan kita adalah pembangunan SDM,” ungkapnya lagi.

Indonesia dikatakan Jokowi tak ingin hanya terjebak dalam middle income trap di mana negara hanya akan memiliki pendapatan menengah. “Jangan sampai kita tertinggal, kita harus perbaiki SDM agar bisa masuk ke negara maju. Tantangan kita yakni pembangunan infrastruktur, pembangunan SDM dan reformasi struktural lembaga kita. Kalau ini bisa maka negara bisa melompat menjadi negara maju,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI