JPW Desak Polisi Usut Kericuhan di Stadion Mandala Krida

YOGYA,KRJOGJA.com – Peristiwa kericuhan di Studion Mandala Krida Yogyakarta saat laga pertandingan antara PSIM Yogya Vs Persis Solo menjadi perhatian publik saat ini. Termasuk Jogja Police Watch (JPW) ikut angkat bicara.

"Sangat menyayangkan dan mengecam keras atas peristiwa kericuhan di Stadion Mandala Krida pada Senin (21/10/19) kemarin," kata Kabid Humas JPW baharuddin Kamba kepada KRjogja.com. Selasa (22/101/9).

Menurutnya, kekecewaan penonton yang berakhir menjadi kericuhan malah banyak merugikan orang lain. Termasuk aparat kepolisian yang membantu mengamankan kegiatan selama pertandingan. "Ada beberapa barang milik dinas kepolisian yang dirusak bahkan dibakar. Itu jelas merugikan kepolisian," ucapnya.

BACA JUGA : 

Laga PSIM vs Persis Ricuh, Mobil Dibakar

Ricuh PSIM vs Persis, Fotografer Koran Lokal Dipukul Oknum Suporter

Selain mobil milik polisi yang dibakar dan dibalik juga menimpa seorang fotografer koran lokal Yogyakarta yang menjadi korban pemukulan atau penganiayaan saat mengabadikan evakuasi penonton, khususnya di lokasi Stadion Mandala Krida tersebut.

Tindakan intimidasi, penganiayaan hingga pemukulan secara rame-rame dialami fotografer Radar Jogja itu. Akibat pukulan tersebut membuat fotografer luka memar dan pusing.

"Peristiwa pemukulan terhadap jurnalis termasuk fotografer seharusnya tidak perlu terjadi, karena mereka bekerja dilindungi Undang-undang yakni Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang pers," tuturnya tegas.

Kamba meminta, kasus kericuhan di Stadion Mandala Krida Yogyakarta harus diusut tuntas secara adil, profesional dan transparan. Siapapun pelakunya harus diproses hukum. Jangan ada yang ditutup-tutupi agar memberikan efek jera.

Selain itu JPW juga mendorong perlunya evaluasi secara menyeluruh dan tuntas. Terutama terkait izin saat laga pertandingan yang dilakukan di wilayah hukum Polda DIY. Hal ini agar peristiwa serupa tidak terulang kembali. (Ive).

BERITA REKOMENDASI