Jual Beli Obat Palsu, Menkes Siap Sanksi Tegas Apoteker

YOGYA (KRogja.com) –  Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Farid Moeloek menegaskan, apoteker yang terlibat dalam jual beli obat palsu sudah termasuk dalam tindakan mal praktek. Sanksi tegas siap mengintai diberikan kepada mereka.

"Sanksi jelas ada. Karena itu sudah termasuk dalam kategori mal praktek. Karena pihak yang bertanggungjawab obat sampai ke pasien, adalah apoteker," tegasnya saat ditemui di Yogyakarta, Selasa (27/09/2016).

Karena menurut Menkes, kompetensi untuk tahu mana obat asli atau palsu dimiliki seorang apoteker. Karena mereka telah dibekali ilmu untuk itu.Beda dengan dokter. Jika ada pasien sakit, dokter hanya memberikan resep obat yang tepat apa. Untuk itu pemberian obat oleh apoteker harus tepat. 

Saat disinggung, adanya temuan obat palsu oleh Badan Pengawas Obat dan Makana (BPOM) yang ternyata ada permintaan dari klinik kesehatan cukup besar. Menkes juga berpesan kepada seluruh rumah sakit (RS) atau klinik kesehatan untuk membeli obat dari Pedagang Besar Farmasi (PBF) resmi. Itu dimaksudkan untuk menghindari pembelian obat palsu.

"Kalau belinya saja tidak di PBF resmi, itu sudah salah. Apalagi kalau itu adalah obat keras tentu sangat berbahaya," urainya. (Awh)

BERITA REKOMENDASI