Jukir Malioboro Tak Menikmati ‘Berkah’ Liburan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Keramaian di Malioboro sepanjang libur Lebaran tahun ini ternyata belum mampu mendongkrak penghasilan juru parkir (jukir) resmi, terutama yang menempati Taman Parkir Abu Bakar Ali (ABA) portabel. Tempat parkir sepeda motor di lantai dua dan tiga tersebut masih sepi serta okupansinya belum bisa tembus 100 persen.

Ketua Forum Komunikasi Pekerja Parkir Kota Yogyakarta, Ign Hanarto mengaku, puncak keramaian pengguna parkir sepeda motor terjadi pada H-2 hingga H+5. "Tapi itu hanya lantai dua saja yang terisi, sedangkan lantai tiga sama sekali masih kosong," jelasnya kepada KRjogja.com, Selasa (12/07/2016).

Menurutnya, sejak parkir sepeda motor di sisi timur Malioboro pindah ke Taman Parkir ABA portabel, kondisinya belum sesuai yang diharapkan para jukir. Jika momentum Lebaran tahun lalu pendapatan rata-rata tiap jukir bisa mencapai Rp 200 perhari, maka tahun ini paling besar hanya Rp 75 ribu perhari.

Selain itu, kendati saat ini banyak muncul parkir baru di sirip-sirip Malioboro namun para jukir di ABA portabel masih konsisten menempati lokasi resmi. Pasalnya, parkir dadakan di sirip Malioboro tersebut sudah dikelola oleh jukir baru yang ada di wilayah.

Solusi yang diharapkan para pelaku jukir Malioboro tersebut ialah peningkatan infrastruktur serta rekayasa lalu lintas guna mengarahkan pengguna sepeda motor ke ABA portabel. Peningkatan infrastruktur antara lain dengan memasang rambu penunjuk lokasi parkir resmi.

Sedangkan rekayasa lalu lintas berupa membuka pembatas jalan yang ada di sebelah utara Hotel Inna Garuda. Hal ini supaya kendaraan dari arah Jalan Mataram bisa memutar agar memarkir kendaraannya di ABA portabel. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI