Jumlah Koperasi Aktif di DIY Perlu Ditingkatkan

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – Koperasi dan UMKM baik dalam konsep konvensional dan syariah menjadi poros bisnis utama di Yogyakarta. Pasalnya, di Yogyakarta tidak dapat mengharapkan roda perekonomian pada industri besar karena bukan merupakan wilayah yang dihuni industri berskala besar.

 

"Dua sektor tersebut menjadi kekuatan untuk menggerakkan ekonomi. Meski masuk dalam usaha kerakyatan, tapi sudah mampu mencakup sektor yang cukup luas," tutur Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY Trisaktiyana dijumpai KR, belum lama ini. Koperasi sebagai pondasi ekonomi kerakyatan menurut Trisakti selama ini masih dipandang sebagai sebuah yayasan atau semacamnya yang bergerak di sektor sosial. Belum ditempatkan sebagai sebuah lembaga usaha yang profesional.

"Karena itu penciuman bisnis koperasi kurang tajam. Harusnya koperasi ditempatkan pada unit bisnis, barulah setelahnya juga memiliki watak sosial," jelasnya.

Sebab itulah pihaknya sedang berpacu meningkatkan jumlah koperasi aktif dan sehat. Bukan serta merta menambah jumlah koperasi baru karena yang ada saat ini jumlahnya sudah cukup banyak. "Salah satu indikasi koperasi tersebut aktif dan sehat ya rutin menggelar RAT dan punya kondisi keuangan sehat. Tapi kami juga terus meningkatkan aspek edukasi dan regenerasi agar koperasi di Yogyakarta benar-benar mampu menjadi pilar kokoh ekonomi masyarakat," ungkapnya. (M-5)

 

BERITA REKOMENDASI