Jumputan Angkat Potensi Wisata

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemkot Yogyakarta sedang mengupayakan agar Kampung Tahunan menjadi kampung wisata dan sentra penghasil kain jumputan, shibori, eco-print dan lainlain. Dengan adanya kampung wisata dan sentra kain khas Yogyakarta ini diharapkan dapat menambah ikon pariwisata Kota Yogyakarta sekaligus meningkatkan perekonomian warga di kampung tersebut.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, Pemkot ingin menjadikan Kampung Tahunan sebagai pusat kain jumputan, shibori dan ecoprint sekaligus menjadi kampung wisata. Untuk itu, pihaknya tengah berupaya membeli lahan untuk membuat kampung wisata Tahunan sebagai pusatnya jumputan, shibori dan eco-print tersebut

“Pemkot Yogyakarta memakai seragam kain jumputan dari Kampung Tahunan yang dipakai setiap hari Jumat mulai tahun lalu. Ini sebagai dasar agar teman-teman perajin bisa mengembangkan lebih lanjut. Kami ingin membeli lahan untuk dibangun sebagai sentra kerajinan kainkain unggulan di Kota Yogyakarta seperti jumputan, shibori dan ecoprint,” tutur Heroe saat membuka The Jumputan Festival Yogyakarta yang digelar di sepanjang Kali Manunggal, Sabtu (29/2).

Heroe menyampaikan, dengan Kampung Tahunan menjadi kampung wisata sentra kain jumputan dan sebagainya, tentunya akan menjadi ikon belanja bagi wisatawan di Kota Yogyakarta. Pemkot Yogyakarta sedang mengupayakan proses pengadaan lahan kemudian baru dibangun sebagai sentra konveksi batik, lurik, jumputan dan sebagainya yang dihasilkan para perajin Yogyakarta.

“The Jumputan Festival yang merupakan salah satu agenda Jogja Heboh 2020 ini senantiasa mendapatkan antusiasme yang bagus dari masyarakat. Apalagi di tengah kasus virus Korona, semoga menjadi berkah bagi Yogyakarta karena minim wisatawan mancanegara (wisman) dan justru didominasi wisatawan nusantara (wisnus). Mudah-mudahan kegiatan ini membangkitkan kembali pariwisata Yogyakarta karena kita menyediakan produk-produk seni budaya dan kreatif seperti kain jumputan, shibori dan eco-print,” ungkap Heroe.

Pemkot Yogyakarta mengapresiasi ajang Jogja Heboh 2020 kali ini dan diharapkan dapat memberikan dampak terhadap perekonomian daerah. Khususnya kepada pelaku usaha, terutama masyarakat Kota Yogyakarta yang selalu menghasilkan produkproduk berkualitas, inovatif dan kreatif. “Animo peserta mengikuti The Festival Jumputan Jogja Heboh 2020 ini bertambah. Saat ini setidaknya ada 113 stand yang mengikuti kegiatan ini, sedangkan tahun lalau hanya sekitar 60 stand. tahun ini tidak hanya diikuti perajin Kelurahan Tahunan tetapi kelurahan lain yang ada di Kecamatan Umbulharjo,” kata Ketua Panitia The Festival Jumputan, Bahagia Tarigan. (Ira)

BERITA REKOMENDASI