Jurnalisme Damai, Alternatif Minimkan Konflik

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Jurnalisme Damai menjadi salah satu alternatif meminimalisir konflik akibat banyaknya informasi yang dapat diakses dengan mudah melalui smartphone tanpa dicerna, dan disalahgunakan untuk melawan golongan lain. Hal tersebut penting diterapkan mengingat minimnya literasi media menempatkan Indonesia pada situasi terancam.

"Jurnalisme/pers harusnya menjadi alat untuk mengedukasi. Peran media yang belum ideal, malah sering menjadi alat dalam menyampaikan ajaran-ajaran kebencian tersebut", ujar Bambang Muryanto selaku ketua AJI Yogyakarta pada Sabtu, (30/03/2019) di Cakra Kusuma Hotel.

Bambang juga menambahkan minimnya literasi media juga berdampak pada masyarakat yang kurang mendapatkan amunisi yang positif, justru memperbesar aura permusuhannya. "Dalam 10 menit mereka sudah bisa memproduksi hoax, sedangkan para wartawan untuk mengecek kebenaran berita tersebut membutuhkan waktu sampai dengan berjam-jam", katanya.

Bertajuk 'Diskusi Peran Jurnalisme Damai dalam Menghadapi Kekerasan Berbasis Ekstrimisme', acara ini merupakan kerjasama GUSDURian Yogyakarta dan Search for Common Ground Indonesia yang memiliki konsen terhadap toleransi dan peminimalan teror. Acara ini dilatarbelakangi oleh oleh kepedulian terhadap isu kekerasan berbasis ekstrimisme di Indonesia dan apa yang bisa dilakukan media dalam menghadapi isu tersebut.

Acara ini diikuti oleh segenap jurnalis di Yogyakarta dan dihadiri oleh Bambang Muryanto (AJI Yogyakarta), Heru Prasetya (Manager Diseminasi Gagasan dan Publikasi Sekretariat Nasional Jaringan GUSDURian), Kristin Yuniastuti (Pembimbing Kemasyarakatan Badan Pemasyarakatan Surakarta) serta Autad Annasher (Koordinator Media Sekretariat Nasional JGD).

"Pengangkatan berita-berita positif untuk mengimbangi banyaknya berita negatif seperti hoax juga penting dilakukan", ujar Kristin menanggapi diskusi.

"Jurnalis harus bisa menggabungkan akurasi, tidak berpihak dan bertanggung jawab untuk menghasilkan produk jurnalisme yang bisa dipercaya", simpul Bambang. (KRA-10)

BERITA REKOMENDASI