Kabar Baik, Kasus Positif Aktif Covid DIY Terus Menurun

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Kasus positif aktif Covid-19 di DIY terus mengalami penurunan hingga Jumat (20/8/2021) tercatat sebanyak 20.152 berdasar data Dinas Kesehatan DIY. Jumlah positif harian juga berangsur turun dengan kesembuhan yang semakin tinggi.

Berdasar catatan harian yang diterima wartawan pukul 16.00 WIB sore tadi, terdata kasus positif hari ini 820 dari total 4.503 orang yang menjalani tes baik PCR maupun swab antigen. Di sisi lain, terdapat 2.347 kesembuhan kasus yang terdata hari ini sehingga membuat kumulatif pasien sembuh DIY sebanyak 118.236.

Dominasi pasien sembuh hari ini berasal dari Kabupaten Bantul sebanyak 1.582 orang. Kini recovery rate DIY naik menjadi 82,74 persen meski fatality rate masih berada pada angka 3,15 persen.

“Untuk positivity rate DIY (20 Agustus) hari ini terdata 18,21 persen. Untuk penambahan kasus meninggal sendiri hari ini 47 kasus,” ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 DIY Bidang Kesehatan, Berty Murtiningsih.

Sementara penurunan kasus aktif membuat kapasitas keterisian bed rumah sakit rujukan semakin berkurang. Data Dinas Kesehatan menyebutkan untuk tempat tidur kritikal kini terisi 48,3 persen atau 144 dari 298 dan non kritikal terisi 43,1 persen atau 935 dari 2.169.

Terkait dengan penurunan kasus aktif di Indonesia tidak terlepas dari masifnya program vaksinasi. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. DR. dr.Soedjatmiko, SpA(K), MSi. menyambut baik posisi Indonesia yang menduduki peringkat 6 dunia dalam hal jumlah orang yang telah divaksin dan posisi ke 7 dunia dalam hal jumlah dosis vaksinasi. Saat ini lebih dari 92.8 juta penduduk indonesia telah divaksin dua kali maupun satu kali.

“Bagus dan harus dilanjutkan,” ujar Prof. Miko sapaan Prof Soedjatmiko ditanya soal capaian vaksinasi di Indonesia.

Meski demikian, dia memandang perlunya diperbanyak lokasi vaksinasi. Kemudian Prof.Miko juga menilai butuhnya perbaikan dalam koordinasi penghitungan kebutuhan, pengiriman, dan distribusi vaksin.

Ditanya soal masih ada masyarakat yang enggan divaksin, Prof. Miko menegaskan, jangan menunggu terpapar baru menyadari bahaya COVID-19 dan pentingnya vaksinasi.

“Jangan sampai menyesal kalau kena COVID-19, masuk ICU atau meninggal. Ekonomi dan masa depan keluarga yang ditinggalkan akan parah, kita masih pandemi,” kata Prof. Miko. (Fxh/Git)

 

BERITA REKOMENDASI