Kadin DIY Gagas Terobosan Percepat Bangkitnya UMKM

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM DIY telah menggagas beberapa program-program terobosan untuk mempercepat bangkitnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di DIY yang terdampak pandemi Covid-19. Salah satu peluang yang dapat diambil saat ini adalah membidik pasar ekspor ke negara-negara yang lebih dahulu pulih dari pandemi Covid-19, khususnya Amerika Serikat (AS).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi mengatakan produk-produk UMKM di DIY sudah sangat memenuhi syarat untuk bersaing dengan produk-produk sejenis dari negara-negara lain. Selain itu, perkembangan teknologi informasi telah merubah pola perdagangan melalui media online, dengan demikian pasar yang secara geografis sangat jauh dapat dikelola secara remote dan real time dari berbagai tempat.

“Kita menginginkan UMKM di DIY ramai-ramai memasuki pasar internasional dan mendorong mereka untuk dapat naik kelas melalui program Cross Border Market. Banyak yang sudah siap tetapi lebih banyak yang belum siap, maka kami dengan Kadin DIY telah merancang beberapa kegiatan seperti kurasi produk, pemasaran via marketplace, bantuan biaya pengiriman dan marketing material serta penggalangan business aggregator,” tutur Siwi disela pelepasan ekspor dalam rangka peringatan Hari UMKM dan perjanjian kurasi anyaman serat alam di kantornya, Kamis (12/08/2021).

Wakil Ketua Umum (Waketum) Bidang UMKM, Koperasi dan Digital Marketing Kadin DIY Hermawan Ardiyanto menyampaikan kurasi produk akan dilakukan secara rutin untuk produk-produk andalan DIY seperti produk kulit, herbal, anyaman, handicraft dan lain sebagainya, seperti kurasi produk anyaman serat alam dengan tujuan ekspor ke AS. Selanjutnya, pihaknya mendorong UMKM aktif masuk dalam pasar global melalui marketplace yang lazim sudah digunakan saat ini.

“Kita akan mendampingi mereka dengan dengan pengetahuan teknis tentang bagaimana mengelola akun-akun bisnis di media-media marketplace. Kadin DIY akan bekerjasama dengan banyak business aggregator untuk mempercepat tumbuhnya pasar UMKM DIY di kancah internasional,” ujarnya.

Dalam kesempatan ekspor perdana ini, Dinas Koperasi dan UKM DIY beserta Kadin DIY menggandeng Koperasi Java Parama Niaga (JPN) dan PT Yoshugi Putra Mandiri melepas 100 Kg produk tas kulit melalui kargo udara atau air freight ke gudang Amazon yang terdiri dari 200 pieces produk kulit dan ditargetkan mampu 1000 pieces per bulan.

“Pengiriman barang masih menggunakan kargo udara relatif mahal, maka pihaknya akan mendorong pengiriman menggunakan kargo laut/sea freight dalam jumlah besar dengan pengelolaan bersama sehingga pengiriman akan lebih murah. Biaya ongkos kirim didukung melalui Dana Keistimewaan (Danais) DIY nantinya,” tandas Hermawan.

Hermawan mengungkapkan UMKM belum semua siap dengan dengan material marketing yang dibutuhkan memasuki pasar internasional, maka pihaknya menyiapkan bantuan teknis pembuatan katalog produk dan website untuk 100 UMKM di DIY sampai dengan akhir 2021.

Kadin DIY sekaligus ingin mendorong milenial di wilayah seluruh kota dan kabupaten di DIY bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM maupun Kadin setempat guna mewujudkan 1000 marketer aktif menjual produk-produk UMKM sampai dengan 2022. (Ira)

BERITA REKOMENDASI