Kain Ringkel – Sayidan Bangkitkan Ekonomi Kampung Wisata

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Kampung wisata Sayidan, satu dari ke-17 desa wisata di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kampung wisata ini memiliki potensi ekonomi dari sektor seni-budaya, yaitu Kain Ringkel. Proses produksi kain dimulai sejak tahun 2018 dan telah menghasilkan beberapa produk seperti kain panjang, syal, dompet, tas, dan sebagainya.

Sejak munculnya pandemi Covid-19, proses pembuatan terhambat yang mengakibatkan pemasaran dan pemasukan warga menjadi menurun. “Pada dasarnya, Kain Ringkel ini memiliki harga yang relatif tinggi karena proses pembuatan kain yang membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan kecermatan yang cukup tinggi, detil, serta minat dari para warga yang belum bisa optimal dalam proses pembuatan. Masing-masing perajin, memiliki tugasnya masing-masing, seperti membuat pola (digambar dan dijahit), mewarna, mencuci, menjemur, pengemasan, dan pemasaran,” kata Probosiwi MSn, Ketua Tim Pengabdian Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
(FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Senin (12/07/2021).

Dijelaskan, Yogyakarta yang dikenal sebagai salah satu kota budaya, hendaknya mampu mengoptimalkan segala potensi kearifan lokal yang ada sebagai aset budaya.
Kegiatan Pengabdian Skim Multitahun ini didukung oleh LPPM UAD. Probosiwi MSn (Ketua Tim-FKIP UAD) tertarik untuk bisa mengembangkan dan meningkatkan potensi ekonomi Kain Ringkel ini karena masih sangat langka dan belum dikenal oleh masyarakat umum dan memiliki potensi nilai jual yang tinggi. Kegiatan pengabdian dilakukan secara luring dengan melibatkan 10 orang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Tim kegiatan pengabdian ini terdiri dari Kurnia Dewi Anggraeny SH MH (Fakultas Hukum), Gibbran Pratishara MSn (Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi), Kirana Prama Dewi SSos MPd (FKIP) juga melibatkan mahasiswa yaitu Queenne Indah Ngangi, Alfian Bagus Fitrianto, Rahayu Gurniawati, Nadyacita Ramadhani, dan Nisaurrahmah.

UAD

BERITA REKOMENDASI