Kaligintung Alternatif Baru Lokasi Pendirian Embarkasi Haji

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Komisi D DPRD DIY menghendaki DIY mempunyai embarkasi haji menyusul keberadaan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA). Dewan mengusulkan embarkasi haji ini sepenuhnya dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DIY. Namun rencana tersebut masih terkendala soal lahan.

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) RI menyatakan siap membiayai pembangunan embarkasi haji, dengan syarat Pemda DIY menyediakan lahan dan itu dihibahkan. "Rencana pembagunan embarkasi haji masih terkendala soal lahan," kata Ketua Komisi D DPRD DIY Koeswanto.

Semula Dewan mengusulkan lahan di Dusun Kwaru, Poncosari, Srandakan, Bantul sebagai calon lokasi embarkasi haji DIY. Lahan tersebut merupakan Tanah Kasultanan (Sultan Ground/SG). Menurut Koeswanto, pihaknya telah menghadap Sultan HB X selaku Gubernur terkait hal tersebut.

"Pada saat itu Sultan mempertanyakan tentang ketentuan hibah dan keberatan karena jika sertipikatnya pemerintah maka status SG akan hilang. Lalu Ngarsa Dalem menyarankan agar calon lokasi embarkasi dicari yang lebih dekat dengan bandara NYIA, misalnya Temon," ungkapnya.

Komisi D menindaklanjuti dan berkomunikasi dengan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo. Bupati memberi masukan bahwa lahan yang memungkinkan menjadi calon lokasi embarkasi adalah tanah kas desa di Kaligintung, Temon. Tanah seluas kurang lebih 15 hektare itu merupakan Tanah Kadipaten (Pakualaman Ground/PAG).

"Lahan di Kaligintung itu alternatif baru, selain di Poncosari. Kalau memang mentok, kita akan berupaya membeli lahan tersebut dengan APBD, termasuk pembangunannya sekalian. Yang penting DIY mempunyai embarkasi haji sendiri," tandas Koeswanto.

Sekretaris Komisi D DPRD DIY Suwardi menyatakan Dewan mendorong embarkasi haji bisa dibangun oleh Pemda DIY di atas tanah Pemda. Sehingga nantinya Kemenag tinggal memberikan izin penetapan.

"Kita harapkan pembiayaan pakai APBD sehingga status kepemilikan sepenuhnya milik kita. Ini penting karena embarkasi juga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di luar musim haji, embarkasi bisa dimanfaatkan untuk banyak hal, seperti konferensi, penginapan setara hotel bintang tiga, dan kegiatan warga masyarakat," urai Suwardi. (Bro)

BERITA REKOMENDASI