Kalurahan di DIY Siap Optimalkan Jaga Warga

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Keberadaan Jaga Warga perlu diaktifkan dan diberdayakan kembali untuk membantu penanganan Covid-19 yang kini difokuskan di level mikro dari Kabupaten/Kota, Desa/Kalurahan hingga tingkatan Rukun Warga (RW)/Rukun Tetangga (RT) di DIY.

Jaga Warga merupakan sekumpulan orang yang memiliki kesamaan aspirasi dalam upaya menumbuhkan kembali nilai luhur yang hidup atau yang ada di masyarakat dalam rangka mewujudkan keistimewaan dengan penguatan persatuan dan kesatuan guna melindungi dan menjaga ketahanan, keamanan, ketertiban umum, ketentraman, dan kesejahteraan masyarakat. Pembentukan Jaga Warga di DIY ini mempunyai payung hukum Peraturan Gubernur (Pergub) DIY No.6 Tahun 2019 Tentang Jaga Warga.

“Jaga Warga sudah ada di masing-masing Desa/Kalurahan yang ada di Bantul sejak awal pandemi Covid-19 tahun lalu, setelahnya tidak maksimal karena yang terkena kasus positif Covid tidak terlalu banyak. Kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY, khususnya di Bantul mengalami kenaikan signifikan sehingga Jaga Warga diaktifkan kembali dengan membuat SK Lurah yang lebih dulu sebelum instruksi pusat,” ujar Ketua DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Bantul Ani Widayani kepada KR di Yogyakarta, Selasa (9/2).

Ani mengakui seluruh Desa/Kalurahan sebenarnya sudah siap mengoptimalkan keberadaan Jaga Warga hanya tinggal digiatkan kembali. Contohnya di Desa Sumbermulyo Bambanglipuro Bantul telah menyiapkan relawan desa aman Covid-19 hingga tingkat RT, membuat rumah karantina atau shelter isolasi di tingkat padukuhan dan sebagainya.

“Kami bahkan sudah membuat zonasi, Desa Sumbermulyo masuk Zona Hijau dan Zona Kuning sejauh ini. Sehingga sudah dipetakan zonasi Covid-19 tersebut paska liburan akhir tahun pada Januari 2021 lalu. Kami selalu update data karena relawan Jaga Warga berjalan,” tandas Lurah Sumbermulyo Bambanglipuro Bantul tersebut.

Dari 17 Kapanewon dengan 75 Kalurahan yang ada di Bantul, Ani menegaskan setidaknya mayoritas sudah siap mengaktifkan kembali Jaga Warga tersebut. Bahkan Sekda Bantul telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait pendirian shelter Kalurahan. Setidaknya sudah ada 70 Kalurahan dari total 75 Kalurahan yang ada di Bantul sudah mendirikan shelter tersebut.

“Kita tinggal menggugah semangat warga Bantul karena jiwa relawannya sudah tertanam sejak terjadinya Gempa Bantul. Kami tinggal menggelorakan kembali semangat gotong royong yang sudah tertanam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” imbuhnya.

BERITA REKOMENDASI