Kampanye Rapat Umum Terbuka Dimulai Besok

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kampanye rapat umum terbuka bagi peserta Pemilu 2019 dari kalangan parpol di wilayah DIY disesuaikan dengan agenda kampanye capres-cawapres yang sudah diputuskan KPU RI secara nasional. Dengan demikian, parpol pendukung di masing-masing daerah memperoleh jadwal yang sama. Kampanye rapat umum digelar pada 24 Maret hingga 13 April 2019.

Masing-masing parpol pendukung caprescawapres mendapat jatah dua hari secara selang-seling. Parpol pendukung capres-cawapres nomor urut 1 Joko Widodo-Ma’ruf Amin ialah PKB, PDI Perjuangan, Golkar, NasDem, Perindo, PPP, PSI, Hanura, PBB, dan PKPI. Sedangkan parpol pendukung capres-cawapres nomor urut 2 yakni Gerindra, Garuda, Berkarya, PKS, PAN, dan Demokrat.

”Untuk wilayah DIY, rapat umum akan diawali oleh parpol pendukung capres-cawapres nomor urut satu selama dua hari. Kemudian dilanjutkan parpol pendukung capres-cawapres nomor urut dua untuk dua hari selanjutnya. Begitu seterusnya,” jelas Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan.

Jadwal tersebut pun sudah disepakati oleh semua pihak termasuk parpol peserta pemilu, Bawaslu maupun aparat kepolisian. Meski demikian, kampanye berupa rapat terbatas kendati tidak diatur jadwal secara khusus, namun ada kesepakatan untuk mengikuti jadwal kampanye rapat umum yang sudah ditetapkan. Sehingga ketika parpol pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut satu tengah menggelar rapat umum, maka parpol pendukung capres-cawapres nomor urut dua tidak akan melakukan rapat terbatas.

Kesepakatan tersebut diambil guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban selama masa kampanye digelar. Kampanye rapat terbatas itu pun tetap harus mengajukan izin ke kepolisian.

Hamdan menambahkan, terkait area lapangan yang bisa dimanfaatkan rapat umum disesuaikan dengan masing-masing wilayah. Semua area lapangan sebetulnya dapat dipergunakan, kecuali yang tidak diperbolehkan oleh aparat pemerintah setempat.

“Sampai saat ini area larangan tersebut masih dikoordinasikan. Tapi paling lambat Sabtu (23/3), harapan kami masing-masing wilayah sudah menentukan lapangan mana yang tidak bisa digunakan untuk rapat umum,” imbuhnya.

Selain itu, masing-masing parpol pendukung capres-cawapres juga diberikan keleluasaan dalam menyelenggarakan rapat umum. Dengan catatan, hari atau waktunya tetap sesuai dengan jadwal, hanya lokasinya bebas di kabupaten/kota mana saja.

Salah satu Komisioner KPU DIY, Ahmad Shidqi mengingatkan agar dalam kampanye Capres/Cawapres, peserta rapat umum hanya diperbolehkan membawa bendera partai politik pengusung. Ini untuk menjaga kondisi rapat umum yang kondisi. “Jangan ada bendera partai yang bukan pengusung ikut dibawa ke arena rapat umum,” ujar Shidqi. (Dhi/Jon)

BERITA REKOMENDASI