Kampung Digital Langenastran Bank BPD DIY Diresmikan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemkot Yogya mendukung terwujudnya Kampung Digital, di Yogya sudah tersedia 572 instalasi digital di wilayah berbasis RW dari total sekitar 700an  yang akan diintalasi. Seiring  perkembangan zaman di era teknologi digital, pembayaran atau transaksi belanja tidak lagi harus dengan uang kartal.

“Lifestyle (gaya hidup) saat ini justru dengan pembayaran digital. Cukup dilakukan dengan saldo yang cukup di rekening bank. Maka di era  New Normal (Adaptasi Kebiasaan Baru) destinasi wisata atau kampung wisata perlu layanan digital yang akan menjadi nilai tambah pariwisata dan meningkatkan omzet bisnis para pelaku wisata,” tegas Walikota Yogya Haryadi Suyuti dalam sambutan saat Peresmian Kampung Digital Langenastran, Sabtu (18/12/2021) malam.

Haryadi mengapresiasi sinergi Bank BPD DIY yang didukung Bank Indonesia dalam pendampingan dan fasilitasi pada Kampung Digital Langenastran. “Edukasi dan dukungan Bank BPD DIY bisa terus diperluas untuk kampung-kampung wisata lainnya,” tegas Haryadi yang di tahun 1970-an pernah tinggal di Langenarjan tetangga kampung Langenastran.

Peresmian dilakukan oleh GKR Mangkubumi dengan didampingi Walikota, Direktur Utama Bank BPD  Santoso Rohmad dan jajarannya, Direktur Pemasaran R Agus Trimurjanto, Direktur Umum Cahya Widi dan Direktur Kepatuhan Dian Ariani.

Disaksikan tamu undangan diantaranya Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY yang diwakili Dedi Poncowibowo (Analis dan Fungsi), Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diwakili Kurnia Febra Mikaza (Kabag Pengawas Bank OJK DIY), Wakil Rektor III UWM Puji Qomariah SSos MSi, perwakilan ISEI, jajaran Muspika dan tokoh masyarakat lainnya.

Sedang Dirut Bank BPD DIY Santoso Rohmad menegaskan di usia ke-60 tahun Bank BPD DIY terus menyediakan infrastruktur pembayaran untuk pemberdayaan ekonomin. “Karyawan diajak melakukan digiplan, persiapan pemberdayaan masyarakat melalu digitalisasi. Dengan digishop masyarakat masyarakat diajak mengakses sistem perbankan dan bisa merekrut mitra. Terbukti saat ini kredit tumbuh 6-7 persen,” jelasnya.

Kemudian di kampung bisa dilakukan edukasi inklusi keuangan, sistem keuangan,  pembayaran dari sisi mitra juga turunan dari mitra. “Ada Agen Bank seperti Mini ATM yang membukakan rekening, transaksi-transaksi dasar, serta akses perbankan dengan kredit lunak yang dijelaskan,” paparnya.

Dengan ekosistem Kampung Digital, lanjutnya, Bank BPD DIY bisa lebih efisien dalam transaksi karena dibantu pihak ketiga. “Pertumbuhan ekonomi bisa meningkat. Revitalisasi nilai tambah dan daya saing pariwisata dengan kesiapan pelaku ekonomi agar etap eksis dan tumbuh. Di Langenastran pelaku ekonomi di Alkid (Alun-alun Kidu)l tetap tumbuh bersama dan bisa jadi percontohan seluruh kawasan Yogya. Digiekosistem bisa dilaksanakan,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini jajaran Direksi Bank BPD DIY juga memberikan penghargaan dengan penyerahan mock up pada perwakilan Kredit Pede Bank BPD DIY, QRIS, dan Agen BPD DIY. Sebelumnya Ketua Kampung Langenastran Sunu Raharjo dalam sambutannya menyebutkan Kampung Langenastran mempunyai potensi sejarah, wisata budaya yang panjang sebaga Kampung Prajurit (Bregada) Jeron Beteng yang strategis pendukung sumbu filosofi sebagai kantong utama sumbu filosofi.

“Kita berkomitmen pembangunan kampung secara menyeluruh denhan menggabungkan korporasi, komunitas, kampus. Kampung bersinergil intas sektor,” jelasnya

Sesuai dengan tema pembangunan Kota Yogya dengan peningkatan infrastruktur perekonomian berbasis pariwisata. “Konsepnya Dodolan (jualan) nang Kampung dan Dodol (jual) Kampung sinergitas dengan Jogo Kampung. Sebagai sarana interaksi sosial media identifikasi potensi wilayah. Produk unggulan ekonomi kreatif dengan value kampung destinasi wisata berbasis digital menuju era new normal,” ujar Sunu.

Sedangkan Pengelola Pasar Sore Langenastran Ardiyanto Setyajati menyebutkan pada tahap awal mencoba kerjasama KCP Bank BPD DIY Prawirotman menjadi pasar digital hingga kemudian menjadi kampung digital.

“Ada sekitar 52 pelaku usaha dan selama 3 bulan edukasi digital/online dengan hape. Hingga Kemudian unicorn besar seperti Shopee masuk dan transaksi meningkat signifikan, banyak anak muda yang memanfaatkan transaksi digital,” ujarnya. (Vin)

BERITA REKOMENDASI