Kang Emil Paparkan Karya Unggulan Jawa Barat ke GKR Bendoro di ‘Jabar Motekar’

YOGYA, KRJogja.com – Di sela kesibukan sebagai Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang juga seorang arsitek masih menyempatkan berkarya menyalurkan aspirasi artistiknya dalam bentuk seni lukis. Sejak 2019, Ridwan Kamil yang akrab di sapa ‘RK’ atau ‘Kang Emil’ telah menyelesaikan puluhan lukisan dengan berbagai gaya dan tema.

Pada 2021, Ridwan Kamil memberanikan diri untuk berpameran dengan memenuhi undangan partisipasi dalam sebuah festival seni dan desain di Jakarta, pada Oktober-November silam. Dan kali ini, karya lukis RK dipamerkan di Yogyakarta dalam sebuah pameran bertajuk ‘Jabar Motekar’ bertempat di Jogja National Museum (JNM) Yogyakarta, Jalan Prof Ki Amri Yahya 1 Yogyakarta, 1-7 Desember 2021.

Selain menampikan lukisan-lukisan Ridwan Kamil, pameran Jabar Motekar yang mengusung spirit kreativitas warga Jawa Barat juga memamerkan produk-produk industri kreatif (fesyen, furnitur, makanan dan kriya) dari Jawa Barat. ‘Motekar’ adalah istilah dalam bahasa Sunda yang berarti ‘gigih, kreatif atau banyak akal’. Pameran ‘Jabar Motekar’ dibuka langsung oleh Ridwan Kamil ditandai dengan menggoreskan kuas di atas kanvas. Di sela acara, Ridwan Kamil menyempatkan mencoba kuliner perpaduan Colenak khas Jabar dan Gatot khas Gunungkidul karya chef Seto Nurseto yang oleh RK diberi nama ‘Coletot’.

Karya-karya Kang Emil rata-rata menonjolkan pengolahan bentuk dan komposisi warna. Pada 2021 Kang Emil menggarap rangkaian lukisan yang berbeda dengan kecenderungan sebelumnya. Seri lukisan baru ini lebih menunjukkan upaya untuk bermain-main dengan bentuk, di mana objek-objek (kebanyakan figur manusia) ditransformasikan dalam bentuk-bentuk dasar (persegi, lingkaran, segitiga bujur sangkar, dsb).

Ia juga berusaha menonjolkan kombinasi kurva datar maupun lengkung yang saling-silang dan beririsan untuk membentuk komposisi bidang-bidang warna. Tidak hanya itu, olahan visual dalam lukisan-lukisannya juga diadaptasi sebagai pola dasar dan motif ke dalam benda-benda pakai seperti jaket dan objek-objek keramik.

Pameran ‘Jabar Motekar’ juga diisi Podcast Bincang Pariwisata & Ekonomi Kreatif dengan narasumber Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, Heni Smith dan Atalia Praratya (istri Ridwan Kamil). Kemudian ada Talkshow Bincang Budaya menghadirkan Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi dan Direktur Utama PT TWC Edy Setijono dengan host Dedi Taufik. Pameran dimeriahkan Live Cooking Seto Nurseto dan workshop Batik Dahon Eco Print Pangandaran.

Ridwan Kamil mengaku senang berada di JNM untuk mengawali sebuah semangat kolaborasi kebudayaan antara DIY dan Jawa Barat. Menurut RK, ide kreatif harus selalu dipupuk dengan cara saling beriteraksi, saling melihat, merekam dan saling terinspirasi sehingga lahirlah hal-hal baru dari interaksi tersebut. “Sebagai gubernur, saya setiap hari disibukkan dengan urusan covid. Dan disaat covid mereda, bisa melakukan hal-hal produktif seperti ini merupakan sebuah kebahagiaan lahir batin. Kami tunggu rombongan seni dan budaya dari DIY untuk datang ke Bandung,” kata RK.

Selain itu, RK berharap melalui event ini, hubungan historis dan sosiologis antara budaya Jawa dan Sunda semakin erat. Apalagi di Yogyakarta sudah ada jalan Padjajaran dan Siliwangi, sebaliknya di Bandung ada jalan Hayam Wuruk dan Majapahit, yang memperlihatkan semakin erat hubungan antar dua kebudayaan (Jawa dan Sunda). “Jangan selalu melihat kaca spion karena kita sudah berdamai dengan masa lalu, saatnya kita melihat ke depan, apa yang akan dilakukan untuk generasi yang baru,” ujarnya.

Menurut RK, ekonomi kreatif (ekraf) sangat dekat dengan ide dan gagasan. Oleh karena itu seorang pemimpin perlu melakukan travelling, banyak berinteraksi dan membaca tren zaman untuk merespons masa depan yang baru. Apalagi Indonesia telah masuk sebagai anggota G20 (negara dengan perekonomian besar di dunia) dengan penopang utamanya ekonomi kreatif. “Bandung, Yogyakarta dan Bali sebagai pusat seni di Indonesia harus saling berkunjung untuk memperkuat ekraf Indonesia,” katanya.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, menyambut baik kolaborasi kebudayaan DIY dan Jawa Barat. Menurut putri bungsu Raja Kraton Yogyakarta ini, pameran ‘Jabar Motekar’ ini akan sangat menginspirasi seniman dan pelaku ekraf di Yogyakarta dalam berkarya. Ia juga sepakat bahwa industri kreatif tidak akan bisa maju secara maksimal kalau hanya digarap sendirian, melainkan perlu kolaborasi. “Dengan berkolaborasi maka akan meningkatkan daya saing dari produk seni dan ekraf itu sendiri. Jadi kolaborasi DIY dan Jawa Barat ini sangat penting,” katanya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI