Kanjeng Kyai Tunggul Wulung, Pusaka Kraton Yogyakarta Ampuh Usir Wabah Penyakit

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Kangjeng Kyai Tunggul Wulung, nama pusaka keraton Yogyakarta ini tidak asing bagi masyarakat Yogyakarta khususnya pemerhati sejarah dan budaya Kraton Yogyakarta. Pusaka dalam wujud bendera ini juga dijadikan simbol (panji) Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan dikeramatkan sejak masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Kangjeng Kyai Tunggul Wulung diberi nama demikian karena benda pusaka tersebut berwarna dasar biru tua kehitam-hitaman, dalam bahasa Jawa warna tersebut disebut wulung. Di tengah bendera terdapat dekorasi berwarna emas, dan di tengah dekorasi terdapat kaligrafi Surat Al Kautsar, Asma’ul Husna, dan Syahadat.

Mengutip dari buku Kerajaan Nusantara; Bendera Kanjeng Kyai Tunggul Wulung, pada waktu tertentu, bendera ini pernah diarak keliling kota dan di beberapa perempatan jalan diserukan lafadz adzan. Prosesi ini dimaksudkan sebagai upaya untuk tolak bala dan memohon kesembuhan bagi seluruh rakyat di Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

“Pada zaman penjajahan Jepang, Kanjeng Kyai Tunggul Wulung pernah diarak keliling kota karena saat itu Yogyakarta pernah terkena wabah pes yang banyak memakan korban meninggal,” ujar mbah Darto kepada KRJOGJA.com belum lama ini.

BERITA REKOMENDASI