Kantor LBH Yogya Dimolotov, 58 Lembaga Serukan Polisi Usut Tuntas

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Sabtu (18/9/2021) dinihari lalu, kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta di lempar bom molotov oleh orang tak dikenal. 58 lembaga pro demokrasi di Yogyakarta pun menyerukan keberpihakan agak kepolisian menuntaskan kasus tersebut.

LBH Yogyakarta sebelumnya menduga serangan teror tersebut terkait dengan pembelaan terhadap kasus-kasus struktural dan perkara masyarakat miskin lain yang sedang ditangani. Hal tersebut memunculkan reaksi 58 lembaga pro demokrasi di Yogyakarta dan Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Rakyat untuk Demokrasi Yogyakarta (ARDY).

Juru Bicara ARDY, Himawan Kurniadi mengatakan serangan terhadap LBH Yogyakarta merupakan tindakan inkonstitusional dan teror ke semua pejuang prodemokrasi di Yogyakarta dan Indonesia. Teror bom molotov dinilai menjadi modus serangan ke kantor lembaga prodemokrasi dan pengaduan publik.

“Kami mendesak polisi bersikap profesional karena serangan serupa tidak pernah terungkap. Pada 19 Oktober 2019 dini hari, terjadi serangan bom molotov ke Kantor LBH Medan. Ironinya hingga 2 tahun ini polisi gagal usut tuntas. Pada 9 Juli 2017, kantor lembaga publik di DIY yaitu Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan DIY dilempari batu. Hingga 4 tahun lebih polisi juga gagal usut tuntas. Masalahnya, penyelesaian kasus serupa berbeda dan tidak adil. Kami mencatat polisi berprestasi mengungkap kasus bom molotov ke kantor partai penguasa. Hanya dalam hitungan kurang dari 1 bulan, polisi mampu menangkap pelaku,” ungkapnya melalui pernyataan tertulis, Rabu (22/9/2021).

ARDY dengan tegas menyampaikan kecaman keras atas teror terhadap LBH Yogyakarta dan mendukung penuh LBH Yogyakarta dan YLBHI untuk melawan teror. ARDY meminta kepolisian untuk memproses hukum pelaku dan aktor intelektual hingga pengadilan.

“Kemauan polisi mengungkap menjadi cermin polisi reformis dan profesional, bukan polisi yang partisan pada kekuasaan. Kami mendesak Kepala Polresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro dan Kepala Polda DIY Irjen Pol Asep Suhendar agar serius menuntaskan kasus ini. Ketidakmauan polisi membongkar dan mengusut tuntas teror terhadap lembaga prodemokrasi bisa menjadi pola bagi pihak peneror yang anti- demokrasi terus mengulangi tindakan pengecutnya karena mereka paham polisi tak bakal mengungkap tuntas,” tegasnya.

BERITA REKOMENDASI