Kantor Samsat Yogyakarta akan Pindah ke Umbulharjo

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Yogyakarta rencananya akan dipindah. Samsat yang jadi satu dengan Kantor Pelayanan Pajak Daerah (KPPD) Kota Yogyakarta beralamat di Jalan Tentara Pelajar Jetis tersebut nantinya tak difungsikan lagi dan pindah tempat dengan mendirikan bangunan baru di Jalan Pramuka Umbulharjo. Pemindahan tersebut dilakukan lantaran lokasi berdirinya Kantor Samsat lama diwacanakan terkena proyek pengembangan jalur rel kereta api PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta.

Kepala KPPD Kota Yogyakarta, Karti Peni Mahanani mengaku pihaknya telah mengetahui rencana pengembangan jalur kereta tersebut. Walau baru sebatas wacana, namun KPPD Kota Yogyakarta tetap mempersiapkan sejak awal kemungkinan tersebut dengan memindah kantor berikut Samsat yang berdiri di lahan seluas kurang lebih 7.000 meter persegi itu ke lokasi baru.

Dipilihnya kawasan Jalan Pramuka sebagai tempat berdiri Kantor Samsat lantaran daerah tersebut dinilai cukup strategis untuk aktivitas masyarakat. Di area seluas sekitar 11.000 meter persegi itu nantinya bagian depan Kantor Samsat berada di Jalan Pramuka sedangkan sisi belakang berada di Jalan Gambiran.

“Untuk pembelian lahan akan didanai dari Dana Keistimewaan (Danais). Realisasi pembelian tanah diperkirakan pada semester pertama tahun 2018, jika semuanya lancar pembangunan akan dilakukan pada tahun 2020,” ungkap Peni kepada KRJOGJA.com, Rabu (13/09/2017).

Dijelaskannya saat ini rencana pemindahan Kantor Samsat tersebut masih dalam tahap awal, yakni menanti turunnya dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan DIY 2017. Besaran anggaran yang jumlahnya belum diketahui Peni tersebut akan dipergunakan untuk biaya appraisal terhadap lahan yang akan dibeli.

Hasil appraisal yang dilakukan oleh pihak ketiga itu nantinya akan dijadikan acuan Pemda DIY menentukan anggaran yang akan diturunkan untuk membeli lahan tersebut. “Jadi rencana (kantor baru) di Umbulharjo tersebut bisa terlaksana, bisa juga tidak. Jika pemilik lahan setuju dengan hasil appraisal maka akan dilanjutkan, namun jika tidak setuju tentunya kami akan mencari lokasi lain,” tegas Peni.

Peni berharap rencana perpindahan Kantor Samsat ini dapat berjalan dengan lancar. Sehingga jika memang wacana pengembangan jalur rel kereta tersebut benar terwujud maka nantinya aktivitas pelayanan pajak kepada masyarakat tidak terganggu kerena telah memiliki kantor baru.

Sementara itu Manajer Humas PT KAI Daops VI Yogyakarta, Eko Budiyanto belum bersedia memberikan banyak komentarnya terkait wacana pengembangan jalur kereta api yang akan memakan lahan dimana Kantor Samsat berdiri saat ini. Menurutnya pemerintah berwenang untuk menghidupkan jalur kereta api di wilayah Daops VI, seperti misalnya rute Yogyakarta – Borobudur ataupun Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) dan Adi Soemarmo yang nantinya akan terintegrasi dengan jalur kereta api.

“Kami menyambut baik adanya pengembangan jalur kereta api di wilayah Yogyakarta. Namun untuk lokasinya di mana saja (yang akan dilalui rel kereta api), itu wewenang Dirjen KA,” jelasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI