Kanwil Ditjen Pajak DIY Sinergi Kembangkan UMKM

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kanwil Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak DIY meningkatkan kerja sama dan bersinergi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di DIY. Selain menggenjot potensi perpajakan dari UMKM maupun sektor-sektor andalan perpajakan di DIY selama ini, pihaknya akan lebih kencang dan massif melakukan penegakan hukum pada 2019.

Kepala Kanwil Ditjen Pajak DIY Dionysius Lucas Hendrawan mengatakan, pola-pola yang difokuskan untuk mengawal dan mengamankan penerimaan perpajakan di DIY tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sedikit perbedaannya hanya pada upaya edukasi dan pengembangan UMKM di DIY yang selama ini hanya dilakukan Kanwil Ditjen Pajak, kali ini bakal bersinergi dengan BUMN.

"Tantangan dihadapi semakin berat, kami akan tingkatkan kolaborasi dengan BUMN untuk memberikan edukasi dan mengembangkan UMKM di DIY agar bisa tumbuh maupun bertahan. Sebab pada akhirnya UMKM yang tumbuh dan bertahan inilah yang bisa membayar pajak, baik UMKM dan kami sama-sama terbantu serta berkontribusi dalam mengamankan penerimaan pajak DIY pada 2019,” ujar Lucas.

Menurutnya, meski sektor perdagangan besar masih berkontribusi paling besar dan signifikan menyumbang penerimaan pajak di DIY, namun tidak menutup potensi sektor-sektor lainnya di antaranya sektor UMKM dan pariwisata. Selanjutnya masih banyak Wajib Pajak (WP) di DIY yang belum melaporkan laporan perpajakannya atau Surat Pemberitahuan (SPT) secara benar dan sebenarnya. Kehadiran bandara baru di DIY juga harus diperhitungkan terutama kontribusi perpajakannya bagi KPP Pratama Wates.

“Belum lagi ditambah maraknya bisnis atau transaksi online yang perlu disikapi dan menjadi tantangan tersendiri agar bisa dikenakan pajak sesuai dengan koridor undang-undang. Pelaku usaha online harus dipajaki dengan efektif dan tepat sasaran agar bisa menambah penerimaan pajak 2019,” imbuhnya.

Tingkat kepatuhan pajak di DIY sendiri secara global dinilai sudah bagus karena berhasil melebihi target yang ditetapkan tahun 2018 lalu. Tingkat kepatuhan pajak di DIY pada 2018 telah mencapai 101,46 persen dari target yang ditetapkan sebesar 90 persen. Tetapi masih banyak WP yang wajib melaporkan SPT-nya di DIY, namun belum menyampaikan laporan SPT-nya dengan benar.

“Untuk itu, Kanwil Ditjen Pajak DIY mengharapkan agar masyarakat khususnya WP di DIY bisa lebih tertib lagi dalam melaporkan kewajiban perpajakannya sehingga bisa menambah jumlah WP kedepannya. Tentunya hal ini tidak terlepas dari peran serta dari seluruh stakeholder terkait supaya masyarakat DIY semakin melek pajak,” tandas Lucas. (Ira)

BERITA REKOMENDASI