Kapolda Jateng Mendapat Gelar KPH dari Mangkunegaran

SOLO, KRJOGJA.com – Tingalan Jumenengan (Peringatan naik tahta) ke-30  Pengageng Pura Mangkunegaran KGPAA Mangkunegoro IX digelar di Pendapa Mangkunegaran, Jumat (29/9/2017) tergolong istimewa. Selain digelar tarian sakral  Bedhaya Anglir Mendung ciptaan Pangeran Samber Nyawa K.G.P.A.A. Mangkunegara I (th.1757) juga diberikan gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) terhadap Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono.

Prosesi Tingalan Jumenengan diawali dengan kerabat Mangkunegara KRMH  H Roy  Rahajasa Yamin melapor kepada Pengageng Pura Mangkunegaran  KGPAA Mangkunegoro IX yang didampingi permaisuri GRAy Prisca Marina Mangkunegoro.

Setelah itu digelar acara ujub wilujengan dalem genap 30 tahun dan sungkeman dalem dipimpin R Ay Anna Hudoko Artisto.  

Bertempat di Pendapa Ageng digelar Beksan Bedhaya Anglir Mendung. Diiringi gamelan Kyai Kanyut Mesem, tujuh orang gadis  penari memakai kain dodot berwarna hitam dengan motif kaligrafi emas (prada) di bagian pinggir kain.

“Tari Bedhaya Anglir Mendung ciptaan Pangeran Samber Nyawa K.G.P.A.A. Mangkunegara I (th.1757) yang mengisahkan perlawanan dengan Belanda. Tari ini hanya sajikan  pada acara jumenengan dalem,” ujar Bupati Mondropuro Ngabehi Suprianto Waluyo kepada wartawan.

Acara berlanjut dengan pemberian gelar sebagai sentana dalem terhadap Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono yang diwisuda dengan gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH). KPH Condro Kirono usai diwisuda sebagai sentono Mangkunegaran mengatakan, saya kebetulan berasal dari Solo, sebagai warga negara saya ingin melestarikan budaya nasional khususnya Jawa bersumber Pura Mangkunegaran.

“Kepemimpinan Pangeran Sambernyowo pendiri Mangkunegara dengan semboyan Tridarma, rumangsa handarbeni, melu hanggondeli dan mulat sarira hangrasa wani menginspirasi saya untuk memimpin lebih baik,” ujar Kapolda Jateng.(Hwa)

BERITA REKOMENDASI