Kardiomiopati Peripartum, Momok Ibu Hamil Pascapersalinan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Selama atau setelah kehamilan seorang ibu dapat mengalami perubahan jantung atau suatu kondisi yang disebut kardiomiopati peripartum. Hal ini membuat otot jantung jadi melemah.

Direktur Rumah Sakit Umum Queen Latifa Kulon Progo, dr Shelly Juliana Awwaline menjelaskan, peripartum cardiomiopati (PPCM) merupakan penyakit jantung yang disebabkan akibat persalinan. Biasanya muncul pada trimester ketiga sampai bulan kelima setelah persalinan. Cardiomiopati yang dimaksud adanya pelebaran chamber jantung disertai kelemahan otot jantung.

"Itu bak petir di siang bolong, seperti thunder storm. Bisa timbul didahului gejala, tapi bisa juga tanpa gejala. Yang harus kita tahu, bahwa kadang bisa terjadi tanpa kita prediksi," kata dr Shelly kepada KRJOGJA, Sabtu (24/08/2019).

Dijelaskannya untuk mendiagnosis PPCM harus ditemui tiga kriteria, adanya gejala gagal jantung pada trimester akhir sampai lima bulan post partum. Seperti sesak nafas, edema kaki, overload cairan, rales pada pemeriksaan fisik.

Kemudian kemampuan jantung memompa keseluruhan tubuh kurang dari 45 persen pada pemeriksaan echo, sedangkan normalnya adalah 55-70 persen. "Tidak ada penyebab lain yang dapat menjelaskan gagal jantung disertai penurunan kemampuan jantung memompa keseluruhan tubuh selain persalinan," ujar Shelly.

Ditambahkannya, penyebab PPCM paling lazim atau paling banyak adalah obesitas, ada faktor presipitasi sebelumnya seperti riwayat sakit jantung, persalinan berulang, merokok, alkohol hingga konsumsi obat-obatan tertentu. "Kalau yang sudah ada risiko hipertensi atau riwayat pre-eklampsia berat, bisa diwaspadai," pungkasnya. (Ive)

BERITA REKOMENDASI