Karnaval Jogja Fashion Week Penuh Warna

YOGYA (KRjogja.com) – Karnaval Jogja Fashion Week (JFW) 2016 di sepanjang Jalan Malioboro berlangsung penuh warna, Minggu (28/08/2016). Hujan deras yang sempat mengguyur Yogyakarta tak menyurutkan semangat peserta maupun ribuan masyarakat yang menontonnya.

Karnaval dimulai dari kantor Dinas Pariwisata DIY hingga Benteng Vredeburg Yogyakarta. Meski harus basah dan dingin, tapi peserta karnaval tetap semangat memberikan pesona terbaiknya lewat riasan, kostum motif batik dan topengnya. Bahkan masyarakat yang sejak awal sudah menanti datangnya karnaval tetap bertahan di tengah hujan.

"Eman-eman kalau tidak nonton. Memang sudah diniati lihat karnavalnya. Basah dikit tidak apa-apa yang penting puas," ucap Linda (35), wanita asal Sedayu Bantul yang sengaja meluangkan waktu menyaksikan karnaval tersebut dijumpai sela acara.

Sambil sesekali berteduh saat hujan turun deras, ia yang datang bersama dua rekannya berusaha tetap bertahan sampai peserta terakhir. Linda mengatakan, kostum yang dipakai peserta benar-benar unik dan memukau.
"Modelnya bagus. Ternyata batik juga bisa dibuat macam-macam," tukasnya.

Tidak hanya Linda yang sangat bersemangat. Belasan kelompok peserta terdiri dari ratusan hingga ribuan orang konsisten untuk menyelesaikan rangkaian karnaval hingga akhir. Aneka warna fashion yang dikenakan peserta karnaval membuat kagum penonton. Meski basah dan beban pakaian yang dikenakan makin terasa berat, tapi tidak sedikitpun mengendurkan semangatnya. Mereka terus tersenyum pada warga masyarakat yang memadati rute karnaval.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi mengatakan peserta datang bukan hanya dari Yogyakarta, tapi sejumlah daerah seperti Semarang, Batang, Solo, Surakarta, Malang, Banyuwangi dan lainnya. Tema Hanandukan Dahayu yang diusung sengaja dimaksudkan untuk menggambarkan budaya Indonesia.

Sementara Sekretaris Dispar DIY Rus Sutikno mengatakan selain untuk menarik kunjungan wisatawan, ajang seperti ini diharapkan mampu menjadi ajang desainer muda untuk unjuk kemampuan dan karya. Dengan demikian akan memberi nilai lebih pada produk mereka selanjutnya sekaligus meramaikan pasar industri kreatif melalui fashion etnik.  (M-5)

 

BERITA REKOMENDASI