‘Kasus Baliho’ UKDW Usik Kebhinekaan di Jogja

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA (KRjogja.com) – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan My Esti Wijayati mendesak aparat penegak hukum dalam hal ini Kepolisian Republik Indonesia (POLRI/POLDA DIY) untuk menindak ulah kelompok ormas tertentu yang mendatangi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta.

 

"Penindakan terhadap ormas tersebut diperlukan demi tegaknya Pancasila, UUD 1945 dan NKRI serta suasana ke-bhinneka tunggal ika-an dalam keberagaman sebagai warga bangsa," kata Esti di Jakarta, Jumat (9/12/2016). Apa yang ia katakan itu terkait Ormas yang memprotes dan meminta poster/baliho sosialisasi pendaftaran mahasiswa UKDW yang memuat perempuan berkerudung (berjilbab).

 

"Saya selaku wakil rakyat dari dapil Yogyakarta menyayangkan kejadian itu karena bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, ke-bhinneka tunggal ika-an dan mengoyak Kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan budaya," tutur Esti. Tindakan tersebut, menurutnya tak bisa dibiarkan karena akan berdampak pada kerukunan umat beragama dan kebebasan penyelengaraan pendidikan tinggi yang diatur oleh UU No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Ormas Minta UKDW Copot Baliho, Berikut Kronologinya
Dituding Kristenisasi, UKDW Beri 5 Pernyataan Sikap

Selain itu, lanjutnya, apa yang dilakukan oleh UKDW Yogyakarta adalah bagian dari melaksanakan amanat UU no.12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi. Untuk itu, kata Esti, peristiwa ini harus segera disikapi agar tidak menjadi preseden buruk di kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan tidak menjadikan kekhawatiran bagi penyelenggara pendidikan khususnya pendidikan di bawah yayasan non-muslim di wilayah Yogyakarta dan seluruh Indonesia pada umumnya.

"Karena itu pula, kami mendorong Pemerintah Daerah DIY untuk menciptakan ketertiban, keamanan dan kenyamanan kepada semua penyelenggara pendidikan tanpa terkecuali pendidikan di bawah yayasan non muslim bekerja sama dengan aparat penegak hukum," tandas Esti. (Ful)

BERITA REKOMENDASI