Kasus Covid-19 Pada Anak Meningkat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Penularan Covid-19 pada anak butuh perhatian dan penanganan serius dari semua pihak. Kenaikan kasus Covid-19 pada anak dalam beberapa waktu terakhir, (14-20 Juni), cukup signifikan yaitu sebanyak 708 kasus. Namun fasilitas pendukung untuk menangani kasus Covid-19 pada anak masih belum bisa dikatakan maksimal, pasalnya belum semua RS di DIY memiliki fasilitas Intensive Care Unit (ICU) yang memadai untuk anak.

“Masih banyaknya RS di DIY yang belum memiliki ruang ICU menjadi salah satu persoalan yang perlu segera dicarikan solusi. Selain keterbatasan ruang ICU anak, keberadaan dokter anak untuk merawat pasien Covid-19 juga masih kurang. Persoalan itu menjadi rumit karena ruang perawatan untuk Covid dalam beberapa waktu terakhir justru dipenuhi oleh pasien dewasa,” kata Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DIY dr Sumadiono SpA(K).

Dikatakan, meski jumlah pasien anak yang terpapar Covid-19 tidak sebanyak orang dewasa (sekitar 12,7 persen) yang pernah mengalami Covid-19 dengan tingkat kematian 0,09 persen. Tapi tetap membutuhkan penanganan serius karena perawatan intensif pada anak dari segi keilmuannya khusus dan sangat berbeda.

Mulai dari pemasangan ventilator untuk anak dengan Covid-19 sampai jumlah dosis obat berbeda. Mengingat semua itu harus dihitung berdasarkan umur dan berat badan.

“Jumlah kasus Covid-19 yang meningkat di DIY akan memberikan risiko anak terpapar virus Korona lebih tinggi dari periode sebelumnya. Adanya fenomena ini membutuhkan perhatian dan penanganan serius, agar penularan pada anak bisa ditekan,” ungkapnya.

Pengurus IDAI Cabang DIY dan Tim Inti Covid-19 IDAI DIY dr Rina Triasih MMed (Paed) PhD SpAK menyampaikan, kondisi pandemi Covid-19 anak dialami di Indonesia hampir mencapai krisis. Hal ini disebabkan tidak tersedianya ICU untuk anak di sebagian besar RS, jumlah dokter dan perawat mulai menurun karena terkonfirmasi Covid19 serta persediaan obat-obatan untuk Covid-19 semakin menipis saat ini.

Hal ini masih menjadi pekerjaan rumah yang besar khususnya DIY. Sebab, lonjakan kasus masih terus terjadi dan anak-anak memiliki risiko besar terpapar Covid-19.

“Permasalahannya sekarang tidak hanya pada penyakitnya saja, fasilitas penunjangnya untuk penanganan Covid-19 pada anak di Indonesia dan DIY khususnya, sudah mencapai kondisi yang hampir mencapai kritis,” imbuhnya. (Ria/Ira)

BERITA REKOMENDASI