Kasus Covid DIY Capai 400-an Perhari, Sultan Ungkap Penyebab

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Positif Covid-19 DIY yang tercatat dua hari terakhir berksiar di angka cukup tinggi lebih dari 400 kasus. Alhasil, kini kasus positif di DIY hingga Jumat (11/6/2021) telah mencapai 3.151 dengan beberapa klaster yang juga terjadi.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengatakan saat ini memang terjadi beberapa klaster di DIY yang berasal dari hajatan, ziarah dan syawalan. Penularan pun terjadi di antara orang dekat mulai keluarga atau kerabat dan tetangga.

“Prinsipnya yang harus diketahui penularan terjadi di lingkungan sendiri, bapak-ibu dan anak sendiri. Kita sudah mengatakan kalau mau silaturahmi harus swab. Saya yakin yang klaster itu tidak melakukan swab,” ungkapnya.

Sultan menilai saat ini kasus memang didominasi orang tanpa gejala yang merasa sehat dan melakukan aktivitas biasa. Hal tersebut membuat situasi menjadi lebih sulit untuk mendeteksi maupun mencegah.

“Saya yakin banyak yang nyepelekke rumangsa sehat, susahnya itu tanpa gejala. Kalau tidak diperiksa ya tidak batuk, pilek enggak. Sehat saja tapi begitu diperiksa merah, ini yang sangat sulit. Orang merasa sehat tapi ternyata bawa virus. Paling mung lemes, awake radha lemes. Ini kan yang berat,” sambungnya.

Sultan pun telah meminta Satgas Covid di provinsi dan kabupaten/kota untuk memaksimalkan upaya pencegahan seperti pengetatan perijinan acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Namun, penanganan tetap diserahkan pada Satgas di tiap kapanewon DIY.

“Kalau hajatan diperketat, itu tergantung masing-masing kapanewon. Sekarang kita bicara tak boleh menimbulkan kerumunan itu terlalu makro. Kita bisa terjemahkan entah pembatasan atau jaga jarak. Perijinan tak hanya desa tapi kapanewon juga rekomendasi agar saling mengontrol di lapangan. Harapan kita supaya kita fokus untuk RT/RW ini bisa dilaksanakan dengan baik,” tegasnya.

DIY sendiri menyatakan masih akan memperpanjang pembatasan mikro yang akan habis waktunya 14 Juni mendatang. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI