Kasus Covid Jogja Tinggi Saat Ini, Hasil Penularan Sebelum PPKM Darurat?

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Kasus positif harian DIY terus memecahkan rekor justru di tengah masa PPKM Darurat yang memasuki hari ke-8, Sabtu (10/7/2021). Muncul pertanyaan, apakah PPKM berjalan dengan maksimal, karena justru kini kasus positif semakin naik.

Epidemiolog UGM, dr Riris Andono Ahmad, mengungkap bawasanya orang dengan virus Covid memiliki masa penularan 10 hari. Apabila berjumpa dengan orang lain, terutama dengan tanpa masker maka akan semakin mudah orang tersebut menularkan virus pada orang lain.

“Kalau kita melihat minggu ini mulai Senin hingga Jumat, itu menggambarkan penularan minggu sebelumnya, sebelum PPKM dilakukan,” ungkap dr Riris pada wartawan secara virtual.

Namun begitu, dr Riris meminta Pemda DIY mencermati tren yang tampak pada data Google Mobility Report di mana terjadi fenomena menarik selama seminggu terakhir. Pasalnya, meski mobilitas di perkantoran, retail dan tempat wisata berkurang namun angka masyarakat yang tinggal di rumah tak naik secara signifikan.

“Hal ini yang harus dicermati, karena ukurannya seberapa banyak orang yang tinggal di rumah, dari situ kita yakin penularan bisa dikurangi. Data saat ini, pengurangan mobilitas di tempat wisata, tempat kerja dan retail tak sebanding dengan orang yang tinggal di rumah. Gap ini perlu dicermati, apakah sebenarnya pindah ke tempat lain. Apakah tempat lain menyebabkan kerumunan tak tampak, ini akan berpengaruh pada penurunan penularan,” sambung Riris.

Seturut pandangan epidemologi, Riris menyarankan adanya pengurangan mobilitas dengan angka 70 persen, di mana masyarakat bisa berdiam di rumah dengan waktu dua kali masa penularan yakni 20 hari atau tiga minggu. Di situasi itu, penularan akan terjadi di level rumah tangga dan akan selesai ketika masa tular virus habis pada 10 hari.

BERITA REKOMENDASI