Kasus Covid Meningkat, DIY Segera Aktifkan Isoter dan Rumah Sakit Rujukan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kasus positif Covid di DIY mengalami peningkatan tajam dalam seminggu terakhir. Meski cakupan vaksinasi DIY sudah usai bahkan sebagian menerima booster, namun Pemda DIY tetap diminta bersiap menghadapi lonjakan kasus yang diprediksi para ahli terjadi periode Februari-Maret nanti.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengatakan lonjakan kasus Covid dalam beberapa hari terakhir harus disikapi tegas oleh Pemda DIY untuk secara disiplin dan tegas membantu masyarakat menaati prokes dan pengetatan peduli lindungi. Kebijakan-kebijakan harus segera dievaluasi seperti pembelajaran tatap muka, percepatan vaksinasi dosis 3 hingga memastikan kembali ketersediaan shelter dan rumah sakit rujukan.

“Terkait pembelajaran, perlu ada evaluasi menyeluruh tidak hanya aspek PTM lanjut atau tidak namun memastikan ketersediaan sarana prasarana. Kita cek juga apakah alat cuci tangan di kampung-kampung masih jalan, apakah juga tabung oksigen berjalan. Percepatan vaksinasi dosis 3 harusi dilakukan secepatnya, berbasis kelurahan/kalurahan. Dana kita memungkinkan karena bisa pakai dana tak terduga atau APBD. Testing Covid juga dilakukan di pusat keramaian. Pemda juga persiapkan shelter dan rumah sakit rujukan memadahi untuk antisipasi. Kita tidak ingin situasi seperti Juni-Juli tahun lalu terulang. Kita jangan lagi shock kasus naik ekstrim dan rumah sakit tak berimbang,” ungkap Eko pada wartawan, Kamis (03/02/2022).

Eko juga mengharapkan masyarakat memiliki kesadaran untuk menjalankan protokol kesehatan termasuk mengontrol perbatasan untuk kendaraan-kendaraan pribadi yang masuk. “Aplikasi pedulilindungi juga wajib diperketat, dipastikan agar ketahuan hijau atau tidak orang itu. Pemda memastikan aturan-aturan itu ditegakkan,” tandasnya.

Sementara, Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji ditemui terpisah mengungkap pemerintah Kabupaten/Kota telah mempersiapkan isolasi terpadu baik di tiap kecamatan maupun terpusat. Beberapa lokasi di kabupaten/kota siap diaktifkan untuk menerima pasien positif tanpa gejala atau gejala ringan apabila terjadi lonjakan kasus.

“Di Kulonprogo, ada di rusunawa di sana gitu, bisa sekitar 300-an. Total Di KP hampir 800 orang bisa. Di Kota Jogja ada di Bener disiapkan. Sleman ada di wisma haji, yang saya belum dapat info Gunungkidul. Isoter itu sekarang saja kalau masing-masing kabupaten sudah ada 600 x 5 sudah 3000 orang. Kalau shelter di Jalan Veteran sedang dipakai diklat, kalau selesai nanti kita pakai. Info kita dapat, KAI membolehkan di bawah jembatan layang (Lempuyangan) diklat itu untuk isoter,” ungkap Aji.

Pemda DIY menurut dia juga telah mempersiapkan obat-obatan pendukung termasuk Alat Pelindung Diri (APD). Termasuk juga, apabila ada lonjakan kasus yang ekstrim, Pemda siap mengaktifkan kembali posko dukungan yang selama ini ada di halaman kantor BPBD DIY.

“Posko dukungan, nanti kalau diperlukan bisa diaktifkan lagi. Kita lihat situasinya nanti. Kalau nakes kesulitan menangani maka kita aktifkan, tapi mudah-mudahan tidak,” pungkas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI