Kasus DBD di Kulonprogo Meningkat Dua Kali Lipat

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Kulonprogo mengalami peningkatan. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat drg Baning Rahayujati mengungkapkan, hingga saat ini, pada awal 2019 tercatat 36 kasus DBD. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat jika dibandingkan pada awal 2018 yang hanya 16 kasus DBD.

“Dalam pencegahan penyakit DBD di Kulonprogo, selain mengadakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) juga melakukan pemahaman kepada masyarakat tentang PSN yang benar. Kami juga mendistribusikan larvasida atau abate ke masyarakat secara gratis,” kata Baning.

Melalui Gertak PSN, Dinkes berupaya mensosialisasikan tata cara PSN yang benar. Baning menilai PSN yang dilakukan masyarakat selama ini belum tepat sasaran. Karena PSN justru lebih kepada membersihkan lingkungan dan tidak fokus pada pembersihan tempat perindukan nyamuk.

PSN yang benar, tambah Baning, membersihkan tempat yang berpotensi menjadi genangan air, karena di situ nyamuk bertelur. Sekali bertelur, seekor nyamuk bisa menghasilkan hingga 400 butir jentik. Adapun jangka waktu dari telur menetas hingga menjadi nyamuk dewasa hanya satu minggu.

Dibanding dengan pemberantasan menggunakan fogging, PSN lebih mujarab. Karena fogging hanya akan membunuh nyamuk dewasa secara instan. Selain itu berdasarkan hasil survei Dinkes tentang insektisida di beberapa wilayah yang pernah dilakukan fogging, diketahui nyamuk yang berada di wilayah tersebut sudah kebal terhadap asap. (Rul)

BERITA REKOMENDASI